Tampilkan postingan dengan label Makalah PLH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah PLH. Tampilkan semua postingan

Kata pengantar

Segala puji syukur kami panjatkan kedirat Tuhan Yang Maha Esa.Sebab atas rahmatNya kami dapat menyusun karya tulis ini.Kami juga bahagia karena dengan karya tulis ini kami dapat ikut berperan aktif dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional
Karya tulis ini kami susun dikarenakan semakin banyaknya kerusakan-kerusakan alm yang sebagian besar disebabkan oleh manusia.Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan,salah satunya adalah “Budaya menanam pohon untuk menciptakan oksigen dan untuk meminimalkan dampak pemanasan global”.Upaya seperti itu perlu dilakukan agar alam ini tetap lestari.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini masih kurang sempurna.Tapi semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata kami ucapkan banyak terima kasih.

Madiun, mei 2009

Penyusun

1.1 Latar Belakang

Kami membuat makalah ini berdasarkan fenomena dan realita yang ada disekitar kita.Sekarang sudah tidak banyak pohon lagi disekitar kita yang dapat menghasilkan oksigen,dan menyebabkan kegoncangan atau gangguan terhadap keseimbangan ekosistem disekitar kita.Contohnya,karena pohon sudah banyak berkurang, maka karbondioksida yang merupakan salah satu bahan atau unsur yang digunakan tumbuhan untuk membuat makanan ini terlalu banyak dan tidak terserap oleh tumbuhan, maka produksi oksigen pun menurun dan produksi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan makhluk hidup akan bertambah,maka suhu di bumi ini akan naik dan dapat merusak ekosistem, lebih parahnya lagi lagi dapat meyebabkan terjadinya pemanasan global (Global warming) dan meyebabkan datangnya bencana.Oleh karena itu kami membuat makalah ini agar siswa-siswi dan orang-orang dapat menyadari dan mengetahui betapa pentingnya peran pohon dalam kelangsungan hidup bagi seluruh makhluk hidup dimuka bumi ini.

1.2 Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dari makalah ini adalah”apakah budaya menanam pohon dapat menciptakan oksigen dan meminimalkan dampak pemanasan global?”.

1.3 Tujuan penulisan

Makalah ini bertujan untuk:
  • Menciptakan lingkungan hidup yang lestari.
  • Membudayakan menanam pohon tumbuhan.
  • Meminimalkan dampak pemanasan global.

1.4 Manfaat makalah ini

Manfaat dari makalah ini adalah, agar siswa-siswi dapat berperan dan berpartisipasi dalam meminimalkan dampak pemanasan global dengan cara menanam pohon-pohon yang menciptakan oksigen bagi makhluk hidup.

2.1 Tumbuhan

1) Penghasil oksigen:Pada siang hari, pohon mengeluarkan O2 (oksigen) dan menyerap CO2 (karbondioksida). Setiap kali kita bernafas, kita menghembuskan CO2 dan menyerap O2.
2) Pencegah banjir dan longsor:Karena penggundulan hutan dan penebangan pohon, tanahpun menjadi gundul dan tandus. Air hujan tidak banyak yang diserap tanah karena air tidak tahan oleh daun dan akar pohon.
3) Melawan pencemaran udara.Pohon menyerap asap dan debu yang ada di udara.
4) Mengurangi pemanasan global:Jumlah pohon yang ada di dunia mempengaruhi suhu udara. Apabila pohon berkurang, maka suhu di bumi akan panas akibat pengundulan hutan. Karena udara/cuaca panas akan mencairkan es di kutub utara, akibatnya permukaan laut naik dan banyak pulau yang tenggelam.
5) Mencegah kekeringan:Pohon menyelamatkan kita semua dari kekeringan pada musim panas.

Dampak Kerusakan Hutan

Dengan semakin berkurangnya tutupan hutan Indonesia, maka sebagian besar kawasan Indonesia telah menjadi kawasan yang rentan terhadap bencana, baik bencana kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Sejak tahun 1998 hingga pertengahan 2003, tercatat telah terjadi 647 kejadian bencana di Indonesia dengan 2022 korban jiwa dan kerugian milyaran rupiah, dimana 85% dari bencana tersebut merupakan bencana banjir dan longsor yang diakibatkan kerusakan hutan [Bakornas Penanggulangan Bencana, 2003].

Selain itu, Indonesia juga akan kehilangan beragam hewan dan tumbuhan yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sementara itu, hutan Indonesia selama ini merupakan sumber kehidupan bagi sebagian rakyat Indonesia. Hutan merupakan tempat penyedia makanan, penyedia obat-obatan serta menjadi tempat hidup bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Dengan hilangnya hutan di Indonesia, menyebabkan mereka kehilangan sumber makanan dan obat-obatan. Seiring dengan meningkatnya kerusakan hutan Indonesia, menunjukkan semakin tingginya tingkat kemiskinan rakyat Indonesia, dan sebagian masyarakat miskin di Indonesia hidup berdampingan dengan hutan.

2.2 Pemanasan Global (Global Warming)

Pemanasan Global adalah suatu istilah yang menunjukan adanya kenaikan rata-rata temperatur Bumi, yang kemudian menyebabkan perubahan dalam iklim. Bumi yang lebih hangat dapat menyebabkan perubahan siklus hujan, kenaikkan permukaan air laut, dan beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia. Ketika para ahli ilmu pengetahuan berbicara mengenai permasalahan perubahan iklim, yang menjadi pusat perhatian adalah pemanasan global yang disebabkan ulah manusia.
Mungkin sulit untuk dibayangkan bagaimana manusia dapat menyebabkan perubahan pada iklim di Bumi. Namun, para ahli sepakat bahwa ulah manusialah yang memacu besarnya jumlah gas rumah kaca dilepaskan ke atmosfir dan menyebabkan Bumi menjadi lebih panas.
Dahulu, semua perubahan iklim berjalan secara alami. Tetapi dengan adanya Revolusi Industri, manusia mulai mengubah iklim dan lingkungan tempatnya hidup melalui tindakan-tindakan agrikultural dan industri. Revolusi Industri adalah saat dimana manusia mulai menggunakan mesin untuk mempermudah hidupnya. Revolusi ini dimulai sekitar 200 tahun lalu dan mengubah gaya hidup manusia. Sebelumnya, manusia hanya melepas sedikit gas ke atmosfir, namun saat ini dengan banyaknya pertumbuhan penduduk, pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan, manusia mempengaruhi perubahan komposisi gas di atmosfir.
Semenjak Revolusi Industri, kebutuhan energi untuk menjalankan mesin terus meningkat. Beberapa jenis energi, seperti energi yang kamu butuhkan untuk membuat pekerjaan rumahmu, datang dari makanan yang kamu makan. Tetapi energi lainnya, seperti energi yang digunakan untuk menjalankan mobil dan sebagian besar emergi untuk penerangan dan pemanasan rumah, datang dari bahan bakar seperti batubara dan minyak bumi atau lebih dikenal sebagai bahan bakar fosil karena terjadi dari pembusukan fosil makhluk hidup. Pembakaran bahan bakar fosil ini akan melepaskan gas rumah kaca ke atmosfir.

Penyebab Global Warming

Penyebab utama global warming adalah efek rumah kaca. Efek ini mengibaratkan bumi sebagai suatu rumah kaca. Cahaya matahari yang mengandung sinar inframerah diserap oleh permukaan bumi sebagai penghangat dan sisanya dipantulkan. Sisa inframerah ini akan diserap dan dipantulkan kembali oleh gas-gas yang berada di atmosfer.
Penyerapan oleh gas ini mengakibatkan peningkatan tambahan terhadap suhu bumi. Sebagai contoh ketika terjadi hujan, awan yang terbuat dari uap air akan menahan pantulan sisa inframerah ini. Oleh karena itu, pada waktu hujan cuaca setelahnya justru akan menjadi hangat.
Setiap gas menyerap dengan intensitas yang berbeda, penyerapan terbesar terjadi pada gas yang sering kita sebut gas rumah kaca. Gas rumah kaca yang umumnya adalah golongan karbon seperti karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO) dan metana mengalami peningkatan akibat aktivitas sehari-hari manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil pada aktivitas industri dan transportasi serta pembakaran lahan yang makin sering terjadi akhir-akhir ini.Akibat peningkatan tersebut, sinar inframerah yang diserap juga meningkat sehingga peningkatan suhu makin berjalan ekstrim jika tidak segera dihentikan.
Dampak Pemanasan Global
Pemanasan global diduga keras akan berpengaruh dalam bentuk sebagai berikut:
Es di kutub dan gunung-gunung tinggi mencair. Menurut perhitungan, hal ini menaikkan paras laut setinggi hingga 5 - 7 meter! Tentu saja kenaikan paras laut rata-rata ini harus diukur dari stasiun pasang surut yang stabil, tidak terjadi gempa atau penurunan muka tanah (land-subsidence).
Kalau air laut naik, maka dataran rendah akan tergenang. Daerah pantai atau dataran rendah yang produktif di bawah level tertentu akan hilang. Pulau-pulau kecil yang rendah juga akan dihapus dari peta. Dataran rendah ini hilang karena muka air laut naik, bukan hanya karena digerus abrasi atau diambil pasirnya.
Bila daratan yang hilang ini merupakan acuan dari ”pagar batas” suatu negeri, maka batas negeri itu bisa kembali menjadi persengketaan mengingat batas alamnya hilang. Untuk negara kepulauan seperti Indonesia dengan batas laut yang kritis dengan beberapa negara, hilangnya sebuah pulau terluar bisa berakibat ribuan kilometer persegi wilayah kedaulatan laut baik itu laut teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif atau Landas Kontinen dapat tiba-tiba hilang.
Perubahan sirkulasi plankton dan otomatis perubahan sebaran ikan yang pada akhirnya pada persediaan sumber pangan dari laut. Nasib jutaan nelayan atau petani tambak ada di ujung tanduk.
Perubahan vegetasi.Daerah yang kini beriklim sedang akan menjadi lebih hangat sehingga dapat menanam tanaman tropis. Sementara itu daerah yang sekarang sudah hangat seperti di Indonesia, dapat berubah menjadi gurun!
Perubahan pola penyakit, akibat beberapa virus atau bakteria yang dulu hanya ada di daerah tropis (seperti malaria, DBD dan sejenisnya) akan melanda daerah beriklim sedang. Bila para pekerja kesehatan di sana tidak akrab dengan penyakit tropis seperti itu, maka akan timbul pandemi yang sangat ganas.

2.3 Hubungan Tumbuhan dengan pemanasan Global

Hal ini sangat berhubungan erat.Karena hutan sebagai penyedia oksigen dan sebagai paru-paru dunia yang dapat membentuk lapisan atmosfer. Jika terjadi kerusakan hutan,maka akan berdampak pada climate variability yang nantinya bisa berdampak pada climate change. Sebenarnya tidak hanya kerusakan hutan yang akan mempengaruhi climate change. Lahan pertanian misalnya padi disawah bisa mempengaruhi global warming yang bisa mempengaruhi climate change itu sendiri. Kerusakan hutan menjadi sangat riskan pada perubahan iklim karena sampai saat ini, hanya tumbuh-tumbuhan yang mampu memproduksi oksigen yang bisa membentuk lapisan atmosfer kita.jika kerusakan hutan terus dibiarkan,lubang atmosfer semakin besar.panas matahari yang sampai ke bumi semakin banyak,suhu di bumi meningkat.lapisan es di kutub mencair, permukaan air laut meningkat.musim menjadi tidak menentu dan tidak jelas batas bulannya, perubahan iklim tidak akan bisa dihindarkan

Kita dapat menciptakan oksigen dan meminimalkan pemanasan global dengan cara berikut:


1. Tidak menebang pohon secara sembarangan

2. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil
3. Menggunakan sistem tebang pilih tanam
4. Melakukan penanaman kembali hutan yang gundul
5. Tidak membuang limbah pabrik ke aliran sungai
6. Memasang filter pada cerobong asap
7. Tidak menggunakan penyemprot ruangan secara berlebihan

3.1 Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa semakin berkurangnya oksigen dan meningkatnyasuhu permukaan bumi yang sebagian besar disebabkan oleh manusia.Sebenarnya permasalahan tersebut dapat dicegah dengan upaya-upaya perbaikan, salah satunya adalah dengan “Budaya menanam pohon untuk menciptakan oksigen dan meminimalkan dampak pemanasan global”.

3.2 Saran

Sebaiknya mulai sekarang kita membudayakan untuk menanam pohon dan meminimalkan dampak pemanasan global(global warming)