Tips Mengatasi Pemanasan Global


Masih ingat, tragedi pulau Ghomara? Sebuah pulau kecil di delta Sungai Gangga, India yang luasnya hanya beberapa kilometer persegi, dan setiap hari pulau ini semakin mengecil akibat permukaan air laut yang terus meninggi. Pemanasan Global (global warming) sudah menjadi isyu internasional. Anda tidak harus menjadi seorang superhero, presiden atau orang penting lainnya untuk menyelamatkan dunia. Metode mengatasi pemanasan global yang terbaik adalah dimulai dari diri Anda sendiri, dari lingkungan sekitar Anda dan dimulai dari hal-hal yang paling kecil. Berikut ini adalah Tips berpartisipasi mengatasi Pemanasan global:


1. Buka Jendela. saat menikmati akhir minggu di rumah, buka lebar-lebar jendela dan matikan AC. Selain bisa menikmati udara segar, Anda mengurangi penggunaan listrik yang otomatis mengurangi buangan CO2 ke udara. Anda juga tetap dapat merasa sejuk di rumah tanpa menggunakan AC sebagaimana posting artikel saya Tips Praktis Membuat Ruangan Sejuk Tanpa AC.


2. Gunakan Bus. Dibandingkan mobil pribadi yang hanya muat maksimal 5 hingga 8 orang, bus (angkutan umum) mampu mengangkut penumpang hingga puluhan orang dengan jumlah buangan as CO2 hampir sama.


3. Transportasi Ramai-Ramai. Jika terpaksa menggunakan mobil pribadi, ajak teman-teman ikut nebeng agar tidak menymbang CO2 lebih banyak lagi ke udara.


4. Bike To Work. Apabila Anda memiliki lokasi kantor yang tidak terlalu jauh, ada baiknya Anda menggunakan sepeda sebagai alat transportasi Anda, selain bebas polusi, kebugaran Anda pun dapat terjaga.


5. Hindari Plastik. Tiap tahun lebih dari 500 milyar kantong plastik diproduksi dan hany 3% di antaranya didaur ulang. Sedangkan sisanya menjadi sampah yang akan menghasilkan gas CO2 jika tertimbun di tanah.


6. Tanam Pohon. Satu pohon bisa menyerap satu ton CO2 sepanjang masa hidupnya. Jadi lindungi rumah Anda dengan pohon -menenduhkan plus membantu membersihkan udara.


7. Kurangi Kemasan. Mau kertas atau plastik, yang namanya kemasan selalu menjadi sampah. Jadilah konsumen yang ramah lingkungan. Jangan ambil tissue berlebihan, bawa tas sendiri saat berbelanja ke pasar swalayan, dan jika memungkinkan, bawa tumbler sendiri saat menikmati kopi di cofee shop.


Dampak Pemanasan Global Mengerikan


Pemanasan global merupakan sesuatu yang tak terbantahkan lagi dan dapat menimbulkan dampak sangat mengerikan. Demikian salah satu pernyataan dalam laporan terakhir Panel PBB untuk Perubahan Iklim atau United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang diumumkan di Valencia, Sabtu (19/11).

Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon menantang pemerintah negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan aksi nyata mengatasi ancaman tersebut. Ia mengajak para pengambil kebijakan untuk merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim di Bali yang akan digelar awal Desember 2007.

"Sangat mendesak, usaha global harus dilakukan," ujar Ban Ki-Moon, Sekretaris Jendral PBB. Ia berharap para pengambil kebijakan dari seluruh dunia dapat merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim yang akan digelar di Bali mulai 3 Desember 2007.

Mengerikan

Laporan tersebut menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.

Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.

Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.

Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.

Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.

Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.