<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421</id><updated>2012-02-17T00:26:45.598+07:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Gambar'/><category term='Nofel'/><category term='Cara Mengatasi'/><category term='Dampak'/><category term='Lapisan ozon'/><category term='Efek rumah kaca'/><category term='Makalah PLH'/><category term='Menanam'/><category term='My Award'/><category term='Penyebab'/><category term='Cerita'/><category term='Tukeran Banner'/><category term='Hujan asam'/><category term='Berita'/><title type='text'>Nandur Uwit atau Menanam Pohon</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>53</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-9037821969233152833</id><published>2009-11-04T13:53:00.000+07:00</published><updated>2009-11-04T13:53:16.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Adaptasi Perubahan Iklim, Tak Cukup Hanya Berbagi Informasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/14/2894838p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/07/14/2894838p.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Perubahan iklim yang berdampak pada pergeseran musim, membuat para petani bingung menentukan masa awal tanam. Perlu upaya simultan untuk mengajak petani beradaptasi dan mengubah pola tanam yang selama ini sudah menjadi tradisi. Pemantau Sekolah Lapang Iklim (SLI), Raja Siregar, mengatakan, adaptasi tersebut akan efektif jika dilakukan secara berkelompok. Oleh karena itu, menurut dia, dibutuhkan kelembagaan petani, tak hanya membagikan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adaptasi perubahan iklim tidak cukup hanya dengan informasi. Jika pemerintah membuat SLI, agar memasukkan muatan kelembagaan petani. Kalau adaptasi tidak berkelompok, tidak bisa mengubah pola tanam," kata Raja, pada sarasehan iklim "Memperjuangkan Keselamatan di Tengah Perubahan Iklim", di Jakarta, Senin (2/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, berdasarkan pengalamannya, para petani selalu memulai tanam pada waktu yang sama meskipun telah berulang kali gagal panen. "Informasi prakiraan musim, jika digunakan petani bisa menjadi dasar keputusan awal musim. Tapi masih ada nilai-nilai lokal yang dipercayai untuk menentukan mulai tanam," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pertanian, S. Gatot Irianto mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah menyediakan benih yang tahan terhadap perubahan iklim. Selain itu, memberikan pemahaman kepada petani bahwa ada jenis padi yang berbeda untuk ditanam di musim hujan dan musim kemarau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada benih yang tanamannya tahan rendaman. Kedua, benih yang konsumsi airnya lebih sedikit. Selama ini, petani itu pada musim hujan dan kemarau yang ditanam sama-sama padi sawah. Harusnya pada musim kering ditanam padi gogo," kata Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguatan masyarakat adat juga dinilai bisa mengefektifkan upaya adaptasi petani terhadap perubahan iklim. Ia mencontohkan, pola pengairan di Bali yang dikenal dengan Subak. "Semua petani mematuhi sistem Subak ini untuk mengatur air. "Dasarnya tidak hanya alokasi, tapi juga ada sanksi tegas bagi yang melanggarnya Sanksi ini tidak bisa ditiru suku lain," ujar dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-9037821969233152833?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/9037821969233152833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/11/adaptasi-perubahan-iklim-tak-cukup.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/9037821969233152833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/9037821969233152833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/11/adaptasi-perubahan-iklim-tak-cukup.html' title='Adaptasi Perubahan Iklim, Tak Cukup Hanya Berbagi Informasi'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1434515992994032250</id><published>2009-10-27T21:15:00.000+07:00</published><updated>2009-10-27T21:15:03.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar'/><title type='text'>Poster Nandur Uwit</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sub_z1Y38JI/AAAAAAAAAG4/fV-m2AjQjvw/s1600-h/Poster+Nandur+Uwit.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Poster Nandur Uwit" border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sub_z1Y38JI/AAAAAAAAAG4/fV-m2AjQjvw/s640/Poster+Nandur+Uwit.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1434515992994032250?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1434515992994032250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/10/poster-nandur-uwit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1434515992994032250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1434515992994032250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/10/poster-nandur-uwit.html' title='Poster Nandur Uwit'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sub_z1Y38JI/AAAAAAAAAG4/fV-m2AjQjvw/s72-c/Poster+Nandur+Uwit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-5712996603617816590</id><published>2009-10-22T22:24:00.000+07:00</published><updated>2009-10-22T22:24:18.813+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Mahasiswa LSPR Gelar Hari Aksi Peduli Pemanasan Global</title><content type='html'>Dalam rangka memperingati Hari Aksi Peduli Pemanasan Gobal Internasional yang jatuh pada 24 Oktober, The London School of Public Relations (LSPR) Climate Change Champion Club mewakili Indonesia ambil bagian dalam event Action 350 yang dilaksanakan secara global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Action 350 adalah aksi seluruh dunia untuk mengajak para pemimpin dunia untuk bersama-sama mengurangi kadar CO2 di atmosfer yang sudah mencapai 387 ppm sampai di bawah 350 ppm. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rizka Septiana, Media Relations Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR Jakarta, Selasa (20/10), menjelaskan event yang digelar LSPR Climate Change Champion Club itu sudah terdaftar di dunia international. Para mahasiswa yang bergabung dalam klub itu mengagendakan dua kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pertama adalah workshop dari Bodyshop pada 22 Oktober pukul 10.00-12.00. PAda acara puncak, Sabtu (24/10) pukul 10.00 - 12.00, sebanyak 350 siswa akan membentuk sebuah pola (MATAHARI) dengan memegang kertas kuning di atas kepala. Foto dari kegiatan tersebut akan dikirmkan untuk dipajang di New York Square.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Action 350 itu bertujuan untuk menggugah kepedulian terhadap pengaruh pemanasan global, membantu menyuarakan seruan masyarakat luas tentangnya, bukan hanya kepada pemimpin negara Indonesia saja, melainkan kepada seluruh pemimpin negara lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Acara ini bukan hanya untuk Jakarta, ataupun Indonesia saja. Melainkan untuk dunia dimana kita berpijak. Bergabung bersama kami, serukan kepedulian ini," kata Rizka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-5712996603617816590?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/5712996603617816590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/10/mahasiswa-lspr-gelar-hari-aksi-peduli.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5712996603617816590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5712996603617816590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/10/mahasiswa-lspr-gelar-hari-aksi-peduli.html' title='Mahasiswa LSPR Gelar Hari Aksi Peduli Pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-2677136804247355675</id><published>2009-10-19T21:57:00.001+07:00</published><updated>2009-10-19T21:57:01.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dampak'/><title type='text'>Kutub Bakal Tak Punya Es</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/23/095733p.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/23/095733p.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti meramalkan, Laut Artik (kutub) akan bebas es pada musim panas dalam satu dekade mendatang. Setelah musim semi berlalu, para peneliti kembali mengukur ketebalan es sepanjang 450 kilometer dengan rute menyeberangi Laut Beaufort. Mereka menemukan sebagian besar es sangat tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin ekspedisi dan pakar es lautan dari University of Cambridge, Peter Wadhams, mengatakan, pada musim semi tahun lalu rata-rata ketebalan es hanya 1,8 meter, menandakan usia lapisan itu sekitar satu tahun. Sementara itu, es yang sudah bertahun-tahun sekitar 3 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipisnya lapisan tersebut menjadi indikasi penting kondisi memprihatinkan es di Laut Artik. ”Secara sederhana, es tipis itu akan sekejap hilang pada musim es mulai meleleh,” ujarnya. Angin dan arus laut dapat pula memecah es yang tipis itu. Es yang terpecah dan mengapung bebas akan mudah terdorong ke wilayah perairan yang lebih hangat dan mencair. Catlin Arctic Survey dan kelompok konservasi internasional WWF mendukung penemuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi es di Artik tersebut sangat dipengaruhi iklim dan kondisi alam. Kondisi es di Laut Artik kerap pula dikaitkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-2677136804247355675?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/2677136804247355675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/10/kutub-bakal-tak-punya-es.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2677136804247355675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2677136804247355675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/10/kutub-bakal-tak-punya-es.html' title='Kutub Bakal Tak Punya Es'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-7431589013581762596</id><published>2009-07-21T21:03:00.001+07:00</published><updated>2009-07-21T21:03:41.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tukeran Banner'/><title type='text'>Tukeran Banner</title><content type='html'>Copy code ke web/blog anda setelah anda meng copy beri komentar pada postingan ini atau lewat shoutmix setelah itu saya akan memasang banner anda&lt;br /&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;-&gt;Banner&lt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;a href="http://nandur-uwit.blogspot.com/" target="_blank" title="klik disini untuk melihat blog'e cah ndeso peduli global warming"&gt;&lt;img border="0" alt="Nandur Uwit" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/NandurUwitBanner-1.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kode : &amp;lt;a href="http://nandur-uwit.blogspot.com/" target="_blank" title="klik disini untuk melihat blog'e cah ndeso peduli global warming"&amp;gt;&amp;lt;img border="0" style=" alt="Nandur Uwit" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/NandurUwitBanner-1.png"/&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;-&gt;Buton Banner&lt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;a href="http://nandur-uwit.blogspot.com/" target="_blank" title="klik disini untuk melihat blog'e cah ndeso peduli global warming"&gt;&lt;img border="0" alt="Nandur Uwit" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/NandurUwitBanner-2.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Kode : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&amp;lt;a href="http://nandur-uwit.blogspot.com/" target="_blank" title="klik disini untuk melihat blog'e cah ndeso peduli global warming"&amp;gt;&amp;lt;img border="0" alt="Nandur Uwit" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/NandurUwitBanner-2.png"/&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;-&gt;Mini Banner&lt;-&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&lt;a href="http://nandur-uwit.blogspot.com/" target="_blank" title="klik disini untuk melihat blog'e cah ndeso peduli global warming"&gt;&lt;img border="0" alt="Nandur Uwit" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/NandurUwitBanner-3.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;Kode : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:webdings;"&gt;&amp;lt;a href="http://nandur-uwit.blogspot.com/" target="_blank" title="klik disini untuk melihat blog'e cah ndeso peduli global warming"&amp;gt;&amp;lt;img border="0" alt="Nandur Uwit" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/NandurUwitBanner-3.png"/&amp;gt;&amp;lt;/a&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-7431589013581762596?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/7431589013581762596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/07/tukeran-banner.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7431589013581762596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7431589013581762596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/07/tukeran-banner.html' title='Tukeran Banner'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1176615304360293970</id><published>2009-06-28T13:30:00.003+07:00</published><updated>2009-07-03T09:30:25.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Mengatasi'/><title type='text'>Tahukah Anda..........??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sk1rhSLqrpI/AAAAAAAAAB4/_xV-iVqTVUk/s1600-h/tanda-tanya.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sk1rhSLqrpI/AAAAAAAAAB4/_xV-iVqTVUk/s320/tanda-tanya.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354053751574015634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1. Melepas stop-kontak perangkat listrik walaupun ketika alat elektronik itu&lt;br /&gt;dimatikan = menghemat 40-50% daya listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu berarti pula, mengurangi panas yang timbul dari alat elektronik yang&lt;br /&gt;merembet ke pemanasan global. Selain itu, toh bayar listriknya jadi lebih&lt;br /&gt;murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kantong plastik butuh waktu 1000 tahun untuk terurai di TPA(tempat&lt;br /&gt;pembuangan akhir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 300 juta buah kantong plastik dibuang tiap tahunnya di TPA di&lt;br /&gt;Indonesia. Belum lagi yang dibuang di sungai-sungai dan tempat2 yang tidak&lt;br /&gt;semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketika kamu membeli 1 liter air mineral di supermarket = beli 5 liter&lt;br /&gt;air. Tanya kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena di pabrik, untuk mendinginkan botol plastik panas yang baru dicetak,&lt;br /&gt;membutuhkan 5 liter air... cck cck cck...Kode botol apa yang aman digunakan&lt;br /&gt;sebagai botol air? Lihat tanda dibawah botol, itu, tuuuh, ada gambar&lt;br /&gt;segitiga recycle, nah di dalam segitiga itu, ada nomornya, cari nomor 2,3&lt;br /&gt;atau 4.... selain nomor-nomor itu... they're not safe, karena sama aja kamu&lt;br /&gt;makan plastik!!!!  Nomor itu menunjukkan berapa kali botol plastic sudah di&lt;br /&gt;recycle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 10kg kertas koran yang siap di jual loakan... itu membutuhkan 1 pohon&lt;br /&gt;yang butuh waktu 10 tahun untuk jadi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan yang terjadi dengan ilegal logging... how many trees has been cut&lt;br /&gt;down for you? Imagine how they make the world hotter? Jadi, pakai kertas di&lt;br /&gt;kedua sisinya, yah, karena toh kita agak nggak mungkin untuk berhenti make&lt;br /&gt;kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tisue yang udah di pakai itu ngga bisa di recycle... begitu juga karton2&lt;br /&gt;yang bekas kena minyak, makanan, kue, minuman... They're only a waste!  Mau&lt;br /&gt;ngga mau tanahlah yang harus merecycle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan orang memakai tisue 6 biji sehari. 2.200 biji setaun. Berarti&lt;br /&gt;kira2 44 MILIAR biji seluruh Indonesia setaun... Kalau kita menghemat 1&lt;br /&gt;lembar ajah tiap hari... berarti kita mengurangi sampah kertas sebanyak 7&lt;br /&gt;MILIIAR biji setaon... HEBAT KAN ? kalau memungkinkan, bawa sapu-tangan aja&lt;br /&gt;kemana2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Be Green on ATM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo di ATM kan ada yang ambil uang tidak pakai receipt... atau be smart&lt;br /&gt;dong... Transfer lewat Internet banking atau mobile banking....8 MILIAR kali&lt;br /&gt;transaksi di ATM yang mengeluarkan kertas receipt tiap tahun adalah salah&lt;br /&gt;satu sumber sampah terbesar di dunia. Kalau selama setahun orang transaksi&lt;br /&gt;tidak pakai kertas receipt, itu akan menghemat satu roll besar kertas yang&lt;br /&gt;bisa buat melingkari garis equator sampe 15 kali !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Minimal punya 2 macam tempat sampah di rumah, membantu mengurangi  polusi&lt;br /&gt;air, udara dan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisahkan sampah basah (sisa makanan dan masakan, daun, minuman) dan sampah&lt;br /&gt;kering ( botol, plastik, kertas, kaca)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik lagi untuk memisahkan sampah menurut 4 kelas :&lt;br /&gt;- Plastik (pembungkus makanan, kantong kresek, kantong belanjaan)&lt;br /&gt;- Rumah tangga (tulang ayam, sisa capcay, makanan basi)&lt;br /&gt;- Kertas (Pembungkus gorengan, popok bayi, tisue yang sudah dipakai)&lt;br /&gt;- Buku bekas catatan, kertas2 tagihan, koran, kertas iklan... disendirikan&lt;br /&gt;untuk dijual&lt;br /&gt;- Logam (kaleng susu, kaleng makanan) dan kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya butuh waktu 2 bulan untuk menjadikan sampah rumah tangga menjadi&lt;br /&gt;kompos yang bisa dipakai lagi untuk pupuk tanaman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polar Bear / Beruang kutub yang lucu itu ngga bisa berenang... tapi karena&lt;br /&gt;global warming di Kutub Utara, mereka harus berenang 30km untuk mencari es&lt;br /&gt;tempat berteduh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1176615304360293970?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1176615304360293970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tahukah-anda.html#comment-form' title='21 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1176615304360293970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1176615304360293970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tahukah-anda.html' title='Tahukah Anda..........??'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sk1rhSLqrpI/AAAAAAAAAB4/_xV-iVqTVUk/s72-c/tanda-tanya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>21</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-9120666183434640939</id><published>2009-06-26T14:34:00.009+07:00</published><updated>2009-07-04T12:45:42.395+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menanam'/><title type='text'>Tutorial Menanam Padi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/SkWGnkJnLXI/AAAAAAAAABw/CLa-eHknmoc/s1600-h/054_menanam_padi_60_x_80____rp_1250000_.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 253px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/SkWGnkJnLXI/AAAAAAAAABw/CLa-eHknmoc/s320/054_menanam_padi_60_x_80____rp_1250000_.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351831746476715378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Setelah berlama-lama di draf akhir nya saya Bisa menerbitkan juga yah kalau begitu langsung saya jelaskan. Padi dibudidayakan dengan tujuan mendapatkan hasil yang setinggi-tinginya dengan kualitas sebaik mungkin, untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan maka, tanaman yang akan ditanam harus sehat dan subur. Tanaman yang sehat ialah tanaman yang tidak terserang oleh hama dan penyakit, tidak mengalami defisiensi hara, baik unsur hara yang diperlukan dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil. Sedangkan tanaman subur ialah tanaman yang pertumbuhan clan perkembangannya tidak terhambat, entah oleh kondisi biji atau kondisi lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;PADI SAWAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Teknik bercocok tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan persemaian sampai tanaman itu bisa dipanen. Dalam proses pertumbuhan tanaman hingga berbuah ini harus dipelihara yang baik, terutama harus diusahakan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit yang sering kali menurunkan produksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;PERSEMAIAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a. Penggunaan benih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Benih unggul&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Bersertifikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Kebutuhan benih 25 -30 kg / ha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b. Persiapan lahan untuk persemaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Tanah harus subur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Cahaya matahari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pengairan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pengawasan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c.Pengolahan tanah calon persemaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Persemaian kering&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Persemaian basah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Persemaian sistem dapog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Persemaian Kering&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Persemaian kering biasanya dilakukan pada tanah-tanah remah, banyak terdapat didaerah sawah tadah hujan. Persemaian tanah kering harus dilakukan dengan baik yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Tanah dibersihkan dari rumput clan sisa -sisa jerami yang masih tertinggal, agar tidak mengganggu pertumbuhan bibit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Tanah dibajak atau dicangkul lebih dalam dari pada apa yang dilakukan pada persemaian basah, agar akar bibit bisa dapat memasuki tanah lebih dalam, sehingga dapat menyerap hara lebih banyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Selanjutnya tanah digaru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Areal persemaian yang tanahnya sempit dapat dikerjakan dengan cangkul, yang pada dasarnya pengolahan tanah ini bertujuan untuk memperbaiki struktur tanah, agar tanah menjadi gembur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Ukuran bedengan persemaian :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Panjang bedengan : 500 -600 cm atau menurut kebutuhan, akan tetapi perlu diupayakan agar bedengan tersebut tidak terlalu panjag&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Lebar bedengan : 100 -150 cm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Tinggi bedengan : 20 -30 cm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Diantara kedua bedengan yang berdekatan selokan, dengan ukuran lebar 30-40 cm. Pembuatan selokan ini dimaksud untuk mempermudah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Penaburan benih dan pencabutan bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pemeliharaan bibit dipersemaian meliputi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;¬ Penyiangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;¬ Pengairan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;¬ Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;¬ Pemberantasan hama dan penyakit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Persemaian diupayakan lebih dari 1/25 luas sawah yang akan ditanami, penggunaan benih pada persemaian kering lebih banyak dari persemaian basah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Persemaian Basah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Perbedaan antara persemaian kering dan basah terletak pada penggunaan air. Persemaian basah, sejak awal pengolahan tanah telah membutuhkan genangan air. Fungsi genangan air:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Air akan melunakan tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Air dapat mematikan tanaman pengganggu ( rumput )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Air dapat dipergunakan untuk memberantas serangga pernsak bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tanah yang telah cukup memperoleh genangan air akan menjadi lunak, tanah yang sudah lunak ini diolah dengan bajak dan garu masing-masing 2 kali. Namun sebelum pengolahan tanah harus dilakukan perbaikan pematang terlebih dahulu, kemudian petak sawah dibagi menurut keperluan. Luas persemaian yang digunakan 1/20 dari areal pertanaman yang akan ditanami.Sistem Dapog&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Di Filipina telah dikenal cara penyemaian dengan sistem dapog, sistem tersebut di Kabupaten Bantul telah dipraktekan di Desa Pendowoharjo, Sewon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Cara penyemaian dengan sistem dapog :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Persiapan persemaian seperti pada persemaian basah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Petak yang akan ditebari benih ditutup dengan daun pisang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Kemudian benih ditebarkan diatas daun pisang, sehingga pertumbuhan benih dapat menyerap makanan dari putik lembaga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Setiap hari daun pisang ditekan sedikit demi sedikit kebawah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Air dimasukan sedikit demi sedikit hingga cukup sampai hari ke 4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pada umur 10 hari daun pisang digulung dan dipindahkan kepersemaian yang baru atau tempat penanaman disawahd. Penaburan benih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Perlakuan sebagai upaya persiapan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Benih terlebih dahulu direndam dalam air dengan maksud :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Seleksi terhadap benih yang kurang baik, terapung, melayang harus dibuang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Agar terjadi proses tisiologis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Proses tisiologis berarti terjadinya perubahan didalam benih yang akhimya benih cepat berkecambah. Terserap atau masuknya air kedalam benih akan mempercepat proses tisiologis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Lama perendaman benih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Benih direndam dalam air selama 24 jam, kemudian diperam ( sebelumnya ditiriskan atau dietus )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Lamanya pemeraman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Benih diperam selama 48 jam, agar didalam pemeraman tersebut benih berkecambah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pelaksanaan menebar benih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hal- hal yang hams diperhatikan dalam menebar benih adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Benih telah berkecambah dengan panjang kurang lebih 1 mm&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Benih tersebar rata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Kerapatan benih harus samae. Pemeliharaan persemaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1) Pengairan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada pesemaian secara kering&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pengairan pada pesemaian kering dilakukan dengan cara mengalirkan air keselokan yang berada diantara bedengan, agar terjadi perembesan sehingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung, meskipun dalam hal ini sering kali ditumbuhi oleh tumbuhan pengganggu atau rumput. Air berperan menghambat atau bahkan menghentikan pertumbuhan tanaman pengganggu / rumput. Perlu diketahui bahwa banyaknya air dan kedalamanya merupakan faktor yang memperngaruhi perkembangan semai, terutama pada pesemaian yang dilakukan secara basah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pada pesemaian basah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pengairan pada pesemaian basah dilakukan dengan cara sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Bedengan digenangi air selama 24 jam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Setelah genagan itu berlangsung selama 24 jam, kemudian air dikurang hingga keadakan macak-macak ( nyemek-nyemek ), kemudian benih mulai bisa disebar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pengurangan air pada pesemaian hingga keadaan air menjadi macak-macak ini, dimaksudkan agar:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;0 Benih yang disebar dapat merata daD mudah melekat ditanah sehingga akar mudah masuk kedalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Benih tidak busuk akibat genagan air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Memudahkan benih bernafas / mengambil oksigen langsung dari udara, sehingga proses perkecambahan lebih cepat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Benih mendapat sinar matahari secara langsung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Agar benih dalam bedengan tidak hanyut, maka air harus diatur sesuai dengan keadaan, misalnya : bila akan terjadi hujan maka bedengan perlu digenangi air, agar benih tidak hanyut. Penggenangan air dilakukan lagi pada saat menjelang pemindahan bibit dari pesemaian kelahan pertanaman, untuk memudahkan pencabutan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2) Pemupukan dipersemaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Biasanya unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah besar ialah unsur hara makro. Sedangkan pupuk buatan / anorganik seperti Urea, TSP dll diberikan menjelang penyebaran benih dipesemaian, bila perlu diberi zat pengatur tumbuh. Pemberian zat pengatur tumbuh pada benih dilakukan menjelang benih disebar.PERSIAPAN DAN PENGOLAHAN TANAH SAWAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah ( struktur tanah ) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan tanah sawah terdiri dari beberapa tahap :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a. Pembersihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b. Pencangkulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c. Pembajakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;d. Penggaruan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a. Pembersihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Selokan-selokan perlu dibersihkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Jerami yang ada perlu dibabat untuk pembuatan kompos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b. Pencangkulan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Perbaikan pematang dan petak sawah yang sukar dibajak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c. Membajak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Memecah tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Membalikkan tanah beserta tumbuhan rumput ( jerami ) sehingga akhirnya membusuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Proses pembusukan dengan bantuan mikro organisme yang ada dalam tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;d. Menggaru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Meratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pada saat menggaru sebaiknya sawah dalam keaadan basah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Penggaruan yang dilakukan berulang kali akan memberikan keuntungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Permukaan tanah menjadi rata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Air yang merembes kebawah menjadi berkurang -Sisa tanaman atau rumput akan terbenam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Penanaman menjadi mudah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Meratakan pembagian pupuk dan pupuk terbenamPENANAMAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam penanaman bibit padi, harus diperhatikan sebelumnya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a. Persiapan lahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b. Umur bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c. Tahap penanaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a. Persiapan lahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tanah yang sudah diolah dengan cara yang baik, akhirnya siap untuk ditanami bibit padi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b. Umur bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bila umur bibit sudah cukup sesuai dengan jenis padi, bib it terse but segera dapat dipindahkan dengan cara mencabut bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c. Tahap penanaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tahap penanaman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1. Memindahkan bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2. Menanam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1) Memindahkan bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bibit dipesemaian yang telah berumum 17-25 hari ( tergantung jenis padinya, genjah / dalam ) dapat segera dipindahkan kelahan yang telah disiapkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Syarat -syarat bibit yang siap dipindahkan ke sawah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Bibit telah berumur 17 -25 hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Bibit berdaun 5 -7 helai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Batang bagian bawah besar, dan kuat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pertumbuhan bibit seragam ( pada jenis padi yang sama)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Bibit tidak terserang hama dan penyakit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bibit yang berumur lebih dari 25 hari kurang baik, bahkan mungkin telah ada yang mempunyai anakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2)Menanam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dalam menanam bibit padi, hal- hal yang harus diperhatikan adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a. Sistim larikan ( cara tanam )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b. Jarak tanam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c. Hubungan tanaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;d. Jumlah tanaman tiap lobang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;e. Kedalam menanam bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;f. Cara menanam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a) Sistim larikan ( cara tanam )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Akan kelihatan rapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Memudahkan pemeliharaan terutama dalam penyiangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pemupukan, pengendalian hama dan penyakit akan lebih baik dan cepat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Dan perlakuan-perlakuan lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Kebutuhan bibit / pemakaian benih bisa diketahui dengan mudah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b) Jarak tanam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Faktor yang ikut menentukan jarak tanam pada tanaman padi, tergantung pada :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- .Jenis tanaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Kesuburan tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Ketinggian tempat / musim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Jenis tanaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Jenis padi tertentu dapat menghasilkan banyak anakan. Jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih besar, sebaliknya jenis padi yang memiliki jumlah anakan sedikit memerlukan jarak tanam yang lebih sempit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Kesuburan tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Penyerapan hara oleh akar tanaman padi akan mempengaruhi penentuan jarak tanam, sebab perkembangan akar atau tanaman itu sendiri pada tanah yang subur lebih baik daTi pada perkembangan akar / tanaman pada tanah yang kurang subur. Oleh karena itu jarak tanam yang dibutuhkan pada tanah yang suburpun akan lebih lebar daTi pada jarak tanam padah tanah yang jurang subur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Ketinggian tempat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Daerah yang mempunyai ketinggian tertentu seperti daerah pegunungan akan memerlikan jarakn tanam yang lebih rapat dari pada jarak tanam didataran rendah, hal ini berhubungan erat dengan penyediaan air. Tanaman padi varietas unggul memerlukan jarak tanam 20 x 20 cm pada musim kemarau, dan 25 x 25 cm pada musim hujan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c) Hubungan tanaman&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Hubungan tanaman berkaitan dengan jarak tanam. Hubungan tanaman yang sering diterapkan ialah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Hubungan tanaman bujur sangkar ( segi empat )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Hubungan tanaman empat persegi panjang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Hubungan tanaman 2 baris.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;d) Jumlah tanaman ( bibit ) tiap lobang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bibit tanaman yang baik sangat menentukan penggunaannya pada setiap lubang. Pemakian bibit tiap lubang antara 2 -3 batang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;e) Kedalaman penanaman bibit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Bibit yang ditanam terlalu dalam / dangkal menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang baik, kedalam tanaman yang baik 3 -4 cm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;f) Cara menanam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Penanaman bibit padi diawali dengan menggaris tanah / menggunakan tali pengukur untuk menentukan jarak tanam. Setelah pengukuran jarak tanam selesai dilakukan penanaman padi secara serentak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;PEMELIHARAANMeliputi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a. Penyulaman dan penyiangan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b. Pengairan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c. Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;a. Penyulaman dan penyiangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Yang harns diperhatikan dalam penyulaman :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Bibit yang digunakan harus jenis yang sama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang terdahulu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Penyulaman tidak boleh melampoi 10 hari setelah tanam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Selain tanaman pokok ( tanaman pengganggu ) supaya dihilangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;b. Pengairan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pengairan disawah dapat dibedakan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pengairan secara terus menerus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pengairan secara piriodik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;c.Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan / produksi, pupuk yang sering digunakan oleh petani berupa :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pupuk alam ( organik )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pupuk buatan ( an organik )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dosis pupuk yang digunakan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pupuk Urea 250 -300 kg / ha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pupuk SP 36 75 -100 kg / ha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Pupuk KCI 50 -100 kg / ha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;- Atau disesuaikan dengan analisa tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-9120666183434640939?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/9120666183434640939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tutorial-menanam-padi.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/9120666183434640939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/9120666183434640939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tutorial-menanam-padi.html' title='Tutorial Menanam Padi'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/SkWGnkJnLXI/AAAAAAAAABw/CLa-eHknmoc/s72-c/054_menanam_padi_60_x_80____rp_1250000_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1441937608701790743</id><published>2009-06-23T13:18:00.003+07:00</published><updated>2009-07-31T12:57:02.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Award'/><title type='text'>Award Kedua</title><content type='html'>Senengnya dapat award pertama&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="0" style="width: 169px; height: 169px;" alt="Photobucket" src="http://i667.photobucket.com/albums/vv35/gya88/AWARDKITA.gif" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1441937608701790743?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1441937608701790743/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/award-kedua.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1441937608701790743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1441937608701790743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/award-kedua.html' title='Award Kedua'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-556510459521725928</id><published>2009-06-23T13:17:00.003+07:00</published><updated>2009-07-31T12:58:13.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Award'/><title type='text'>Award Pertama</title><content type='html'>Senang nya dapat awrd 2 kali berturut-turut&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a target="_blank" href="http://belajarbisnismania.blogspot.com/2009/05/penghargaan-untuk-my-best-friends-blog_1253.html"&gt;&lt;img border="0" alt="fbycom" src="http://www.geocities.com/fby92_cutez/Award125.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-556510459521725928?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/556510459521725928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/award-pertama.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/556510459521725928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/556510459521725928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/award-pertama.html' title='Award Pertama'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-8191366205727574810</id><published>2009-06-17T12:45:00.003+07:00</published><updated>2009-07-04T12:48:31.114+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Menanam'/><title type='text'>Tanaman Hidroponik (Bercocok tanam dengan media selain tanah)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hidroponik berarti bercocok tnam dengan menggunakan media selain tanah. Hidroponik ditemukan oleh Dr.WF Gericke dari Unifersitas California pada tahun 1936.HidropOnik biasanya menggunakan media sepeti pasir,arang,kayu,kertas,pecahan genting,krikil zeloid,ijuk,sabutkelapa,dan arang sekam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk semua tanaman agar bisa hidud mamerlukan 16 unsur hara esensial yang digolongkan menjadi 2 yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1.Unsur hara makro atau Unsur yang dibutuhkan dalam jumlah banyak yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon"&gt;Karbon&lt;/a&gt; (C)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrogen"&gt;Hidrogen&lt;/a&gt; (H)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen"&gt;Oksigen&lt;/a&gt; (O)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen"&gt;Nitrogen&lt;/a&gt; (N)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fosfor"&gt;Fosfor&lt;/a&gt; (P)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalium"&gt;Kalium&lt;/a&gt; (K)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sulfur"&gt;Sulfur&lt;/a&gt; (S)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Magnesium"&gt;Magnesium&lt;/a&gt; (Mg)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalsium"&gt;Kalsium&lt;/a&gt; (Ca)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2.Unsur hara mikro atau Unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Besi"&gt;Besi&lt;/a&gt; (Fe)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mangan"&gt;Mangan&lt;/a&gt; (Mn)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baron"&gt;Baron&lt;/a&gt; (B)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tambaga"&gt;Tambaga&lt;/a&gt; (Cu)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Seng"&gt;Seng&lt;/a&gt; (Zn)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Molibdenum"&gt;Molibdenum&lt;/a&gt; (Mo)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi menanam harus betul2 hatiakan Jika kekurangan Tumbuhan akan mengalami difisiensi dan jika kelebihan tananam akan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#ff6600;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keracunan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Maka dari itu agar tanaman tumbuh dengan Sempurna..~~~~ harus seimbang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mau mencoba Ikuti tahapan berikut ini...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menyiapkan media tanam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Umum nya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pasir,arang,kayu,kertas,pecahan genting,krikil zeloid,ijuk,sabutkelapa,dan arang sekam yang lain juga boleh tetapi jangan lupa Unsur Makro dan Mikronya ya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Peynemaian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; biji tanaman sebelum di tanam harus disemaikan dahulu sampai siap ditanam......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penanaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bibit yang sudah disemaikan dipindah kan ke media tanam yang sudah disiapkan, waktu pemindahan berbeda-beda tergantung jenis tanaman nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemeliharaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;bercocok tanam dengan tanaman Hidro ponik membutuhkan perawatan yang suuuuperrrrr.....!!! cermat langkah nya sebaigai berikut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;penyiraman dilakukan rutin setiap hari ,jangan sampai tanaman kekurangan air atau kelebihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;diberi ajir atau cagag'an tujuanya supaya tanaman bisa tumbuh dengan tegak...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemilihan batangpemilihan batang produksi, memilih satu batang yang dibiar kan tumbuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pemangkasan, dilakukan 2 hari sekali.. untuk daun yang berada di antara ketiak daun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang terakhir adalah yang terpenting yaitu pemberantasn hama sesuai dosis yang diperluakan jagan ter lalu banyak nanti bisa over dosis lho.......&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hidro ponik bisa untuk menanam sayur sayuran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keuntungan nya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak tergantung luas tanah ... lha ini dia bisa dimanfaat kan di lingkungan Kota yang tanah nya sempit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hemat pupuk karena hanya memerlukan cuma secukup nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;wah ini dia ter nyata Sayur yang di hasil kan bagus lho gag kalah dengan yang di tanam di tanah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bebas seranagn hama..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- Begin: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://adsensecamp.com/show/?id=guXbxmzm5Ec%3D&amp;cid=z960DZV8o1E%3D&amp;chan=3nCYwoLYE3k%3D&amp;type=2&amp;title=0000FF&amp;text=000000&amp;background=FFFFFF&amp;border=00FF80&amp;url=2BA94F" type="text/javascript"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- End: http://adsensecamp.com/ --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-8191366205727574810?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/8191366205727574810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tananam-hidroponik-bercocok-tanam.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8191366205727574810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8191366205727574810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tananam-hidroponik-bercocok-tanam.html' title='Tanaman Hidroponik (Bercocok tanam dengan media selain tanah)'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-2050063410841991774</id><published>2009-06-12T19:48:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T19:52:39.330+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lapisan ozon'/><title type='text'>Regulasi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada tahun 1987, ditandatangani &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Montreal" title="Protokol Montreal"&gt;Protokol Montreal&lt;/a&gt;, suatu perjanjian untuk perlindungan terhadap lapisan ozon. Protokol ini kemudian diratifikasi oleh 36 negara termasuk Amerika Serikat. Pelarangan total terhadap penggunaan CFC sejak 1990 diusulkan oleh Komunitas Eropa (sekarang &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uni_Eropa" title="Uni Eropa"&gt;Uni Eropa&lt;/a&gt;) pada tahun 1989, yang juga disetujui oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_AS" title="Presiden AS" class="mw-redirect"&gt;Presiden AS&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/George_Bush" title="George Bush"&gt;George Bush&lt;/a&gt;. Pada Desember 1995, lebih dari 100 negara setuju untuk secara bertahap menghentikan produksi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida" title="Pestisida"&gt;pestisida&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Metil_bromida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Metil bromida (halaman belum tersedia)"&gt;metil bromida&lt;/a&gt; di negara-negara maju. Bahan ini diperkirakan dapat menyebabkan pengurangan lapisan ozon hingga 15 persen pada tahun 2000. CFC tidak diproduksi lagi di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_maju" title="Negara maju"&gt;negara maju&lt;/a&gt; pada akhir tahun 1995 dan dihentikan secara bertahap di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara_berkembang" title="Negara berkembang"&gt;negara berkembang&lt;/a&gt; hingga tahun 2010. &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hidrofluorokarbon&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Hidrofluorokarbon (halaman belum tersedia)"&gt;Hidrofluorokarbon&lt;/a&gt; atau HCFC, yang lebih sedikit menyebabkan kerusakan lapisan ozon bila dibandingkan CFC, digunakan sementara sebagai pengganti CFC, hingga 2020 pada negara maju dan 2016 di negara berkembang. Untuk memonitor berkurangnya ozon secara global, pada tahun 1991, &lt;i&gt;National Aeronautics and Space Administration&lt;/i&gt; (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/NASA" title="NASA"&gt;NASA&lt;/a&gt;) meluncurkan Satelit Peneliti Atmosfer. Satelit dengan berat 7 ton ini mengorbit pada ketinggian 600 km (372 mil) untuk mengukur variasi ozon pada berbagai ketinggian dan menyediakan gambaran jelas pertama tentang kimiawi atmosfer di atas. '&lt;i&gt;&lt;b&gt;sidhi anake sbr'&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-2050063410841991774?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/2050063410841991774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/regulasi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2050063410841991774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2050063410841991774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/regulasi.html' title='Regulasi'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-4447324939411835131</id><published>2009-06-12T19:46:00.001+07:00</published><updated>2009-06-12T19:48:45.132+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lapisan ozon'/><title type='text'>Lubang Ozon</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada awal tahun 1980-an, para peneliti yang bekerja di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Antartika" title="Antartika" class="mw-redirect"&gt;Antartika&lt;/a&gt; mendeteksi hilangnya ozon secara periodik di atas benua tersebut. Keadaan yang dinamakan lubang ozon (suatu area ozon tipis pada lapisan ozon) ini, terbentuk saat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musim_semi" title="Musim semi"&gt;musim semi&lt;/a&gt; di Antartika dan berlanjut selama beberapa bulan sebelum menebal kembali. Studi-studi yang dilakukan dengan balon pada ketinggian tinggi dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Satelit" title="Satelit"&gt;satelit-satelit&lt;/a&gt; cuaca menunjukkan bahwa persentase ozon secara keseluruhan di Antartika sebenarnya terus menurun. Penerbangan-penerbangan yang dilakukan untuk meneliti hal ini juga memberikan hasil yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-4447324939411835131?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/4447324939411835131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/lubang-ozon_12.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/4447324939411835131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/4447324939411835131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/lubang-ozon_12.html' title='Lubang Ozon'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-8596797000723339591</id><published>2009-06-12T19:45:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T19:46:18.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lapisan ozon'/><title type='text'>Lapisan ozon</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Lapisan ozon&lt;/b&gt; adalah lapisan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer" title="Atmosfer"&gt;atmosfer&lt;/a&gt; pada ketinggian 19 - 48 km (12 - 30 mil) di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ozon" title="Ozon"&gt;ozon&lt;/a&gt;. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ultraviolet" title="Ultraviolet" class="mw-redirect"&gt;ultraviolet&lt;/a&gt; &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari" title="Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; terhadap molekul-molekul &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen" title="Oksigen"&gt;oksigen&lt;/a&gt;. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap dan dapat merusak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Paru-paru" title="Paru-paru"&gt;paru-paru&lt;/a&gt;. Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di Bumi karena ia melindunginya dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker" title="Kanker"&gt;kanker&lt;/a&gt;. Oleh karena itu, para ilmuan sangat khawatir ketika mereka menemukan bahwa bahan kimia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Klorofluorokarbon&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Klorofluorokarbon (halaman belum tersedia)"&gt;klorofluorokarbon&lt;/a&gt; (CFC) yang biasa digunakan sebagai media pendingin dan gas pendorong spray aerosol, memberikan ancaman terhadap lapisan ini. Bila dilepas ke atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar Matahari yang menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga 100.000 molekul ozon. Oleh karena itu, penggunaan CFC dalam aerosol dilarang di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; dan negara-negara lain di dunia. Bahan-bahan kimia lain seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bromin_halokarbon&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Bromin halokarbon (halaman belum tersedia)"&gt;bromin halokarbon&lt;/a&gt;, dan juga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nitrogen_oksida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Nitrogen oksida (halaman belum tersedia)"&gt;nitrogen oksida&lt;/a&gt; dari pupuk, juga dapat menyerang lapisan ozon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya penyakit &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_kulit" title="Kanker kulit"&gt;kanker kulit&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katarak" title="Katarak"&gt;katarak&lt;/a&gt; pada manusia, merusak tanaman pangan tertentu, mempengaruhi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Plankton" title="Plankton"&gt;plankton&lt;/a&gt; yang akan berakibat pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rantai_makanan" title="Rantai makanan"&gt;rantai makanan&lt;/a&gt; di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global" title="Pemanasan global"&gt;pemanasan global&lt;/a&gt;) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi mereka yang menderita masalah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kardiopulmoner&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kardiopulmoner (halaman belum tersedia)"&gt;kardiopulmoner&lt;/a&gt;. &lt;sup id="cite_ref-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_ozon#cite_note-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-8596797000723339591?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/8596797000723339591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/lapisan-ozon.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8596797000723339591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8596797000723339591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/lapisan-ozon.html' title='Lapisan ozon'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-8757603603549585057</id><published>2009-06-12T19:38:00.001+07:00</published><updated>2009-06-12T19:38:55.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hujan asam'/><title type='text'>Metode Pencegahan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, banyak pembangkit tenaga listrik tenaga batu bara menggunakan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Flue gas desulfurization&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; (FGD) untuk menghilangkan gas yang mengandung belerang dari cerobong mereka. Sebagai contoh FGD adalah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;wet scrubber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; yang umum digunakan di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wet scrubber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; pada dasarnya adalah tower yang dilengkapi dengan kipas yang mengambil gas asap dari cerobong ke tower tersebut. Kapur atau batu kapur dalam bentuk bubur juga diinjeksikan ke ke dalam tower sehingga bercampur dengan gas cerobong serta bereaksi dengan sulfur dioksida yang ada, Kalsium karbonat dalam batu kapur menghasilkan kalsium sulfat ber pH netral yang secara fisik dapat dikeluarkan dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;scrubber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Oleh karena itu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;scrubber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; mengubah polusi menjadi sulfat industri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Di beberapa area, sulfat tersebut dijual ke pabrik kimia sebagai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gipsum&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Gipsum (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;gipsum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; bila kadar kalsium sulfatnya tinggi. Di tempat lain, sulfat tersebut ditempatkan di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Land-fill&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Land-fill (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;land-fill&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-8757603603549585057?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/8757603603549585057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/metode-pencegahan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8757603603549585057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8757603603549585057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/metode-pencegahan.html' title='Metode Pencegahan'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-6010034014451973160</id><published>2009-06-12T19:35:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T19:37:06.278+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hujan asam'/><title type='text'>Sejarah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hujan asam dilaporkan pertama kali di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manchester" title="Manchester"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manchester&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Inggris" title="Inggris"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Inggris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, yang menjadi kota penting dalam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Industri" title="Revolusi Industri"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Revolusi Industri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Pada tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1852" title="1852"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1852&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan polusi udara. Istilah hujan asam tersebut mulai digunakannya pada tahun 1872. Ia mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Walaupun hujan asam ditemukan di tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1852" title="1852"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1852&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, baru pada tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/1970" title="1970"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1970&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;-an para ilmuwan mulai mengadakan banyak melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Kesadaran masyarakat akan hujan asam di Amerika Serikat meningkat di tahun 1990-an setelah di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_York_Times" title="New York Times" class="mw-redirect"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;New York Times&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; memuat laporan dari Hubbard Brook Experimental Forest di New Hampshire tentang of the banyaknya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh hujan asam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-6010034014451973160?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/6010034014451973160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/sejarah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6010034014451973160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6010034014451973160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/sejarah.html' title='Sejarah'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-7799371391506877</id><published>2009-06-12T19:34:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T19:35:50.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hujan asam'/><title type='text'>Pembentukan hujan asam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara sedehana, reaksi pembentukan hujan asam sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;img class="tex" alt="\begin{matrix} S_{(s)}+O_{2(g)}\rightarrow SO_{2(g)} \\ 2 SO_{2(g)}+O_{2(g)}\rightarrow 2 SO_{3(g)} \\ SO_{3(g)} +H_2O_{(l)}\rightarrow H_2SO_{4(aq)}\\ \end{matrix}" src="http://upload.wikimedia.org/math/c/0/1/c0147a9bbb3bf6eceb55698109084751.png" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bukti terjadinya peningkatan hujan asam diperoleh dari analisa es kutub. Terlihat turunnya kadar pH sejak dimulainya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Industri" title="Revolusi Industri"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Revolusi Industri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dari 6 menjadi 4,5 atau 4. Informasi lain diperoleh dari organisme yang dikenal sebagai diatom yang menghuni kolam-kolam. Setelah bertahun-tahun, organisme-organisme yang mati akan mengendap dalam lapisan-lapisan sedimen di dasar kolam. Pertumbuhan diatom akan meningkat pada pH tertentu, sehingga jumlah diatom yang ditemukan di dasar kolam akan memperlihatkan perubahan pH secara tahunan bila kita melihat ke masing-masing lapisan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sejak dimulainya Revolusi Industri, jumlah emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer turut meningkat. Industri yang menggunakan bahan bakar fosil, terutama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara" title="Batu bara"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, merupakan sumber utama meningkatnya oksida belerang ini. Pembacaan pH di area industri terkadang tercatat hingga 2,4 (tingkat keasaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cuka" title="Cuka" class="mw-redirect"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;cuka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;). Sumber-sumber ini, ditambah oleh transportasi, merupakan penyumbang-penyumbang utama hujan asam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masalah hujan asam tidak hanya meningkat sejalan dengan pertumbuhan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Populasi" title="Populasi" class="mw-redirect"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;populasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan industri tetapi telah berkembang menjadi lebih luas. Penggunaan cerobong &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asap" title="Asap"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;asap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; yang tinggi untuk mengurangi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polusi" title="Polusi" class="mw-redirect"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;polusi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; lokal berkontribusi dalam penyebaran hujan asam, karena emisi gas yang dikeluarkannya akan masuk ke sirkulasi udara regional yang memiliki jangkauan lebih luas. Sering sekali, hujan asam terjadi di daerah yang jauh dari lokasi sumbernya, di mana daerah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung" title="Gunung"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pegunungan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; cenderung memperoleh lebih banyak karena tingginya curah hujan di sini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Terdapat hubungan yang erat antara rendahnya pH dengan berkurangnya populasi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ikan" title="Ikan"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;ikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; di danau-danau. pH di bawah 4,5 tidak memungkinkan bagi ikan untuk hidup, sementara pH 6 atau lebih tinggi akan membantu pertumbuhan populasi ikan. Asam di dalam air akan menghambat produksi enzim dari larva ikan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Trout&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Trout (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;trout&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; untuk keluar dari telurnya. Asam juga mengikat logam beracun seperi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alumunium" title="Alumunium" class="mw-redirect"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;alumunium&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; di danau. Alumunium akan menyebabkan beberapa ikan mengeluarkan lendir berlebihan di sekitar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Insang" title="Insang"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;insangnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; sehingga ikan sulit bernafas. Pertumbuhan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Phytoplankton&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Phytoplankton (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Phytoplankton&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; yang menjadi sumber makanan ikan juga dihambat oleh tingginya kadar pH.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanaman dipengaruhi oleh hujan asam dalam berbagai macam cara. Lapisan lilin pada &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Daun" title="Daun"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;daun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; rusak sehingga nutrisi menghilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadaan dingin, jamur dan serangga. Pertumbuhan akar menjadi lambat sehingga lebih sedikit nutrisi yang bisa diambil, dan mineral-mineral penting menjadi hilang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ion-ion beracun yang terlepas akibat hujan asam menjadi ancaman yang besar bagi manusia. Tembaga di air berdampak pada timbulnya wabah diare pada anak dan air tercemar alumunium dapat menyebabkan penyakit &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Alzheimer" title="Alzheimer"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alzheimer&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-7799371391506877?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/7799371391506877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/pembentukan-hujan-asam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7799371391506877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7799371391506877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/pembentukan-hujan-asam.html' title='Pembentukan hujan asam'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-7711715587192757665</id><published>2009-06-12T19:33:00.001+07:00</published><updated>2009-06-23T15:02:52.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hujan asam'/><title type='text'>Sumber Hujan asam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara alami hujan asam dapat terjadi akibat semburan dari &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi" title="Gunung berapi"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;gunung berapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan dari proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam disebabkan oleh aktivitas manusia seperti industri, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pembangkit_tenaga_listrik&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Pembangkit tenaga listrik (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pembangkit tenaga listrik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kendaraan_bermotor" title="Kendaraan bermotor"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kendaraan bermotor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan pabrik pengolahan pertanian (terutama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amonia" title="Amonia"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;amonia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;). Gas-gas yang dihasilkan oleh proses ini dapat terbawa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Angin" title="Angin"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;angin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; hingga ratusan kilometer di atmosfer sebelum berubah menjadi asam dan terdeposit ke tanah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hujan asam karena proses industri telah menjadi masalah yang penting di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Rakyat_Cina" title="Republik Rakyat Cina"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Republik Rakyat Cina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eropa" title="Eropa"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Eropa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Barat, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rusia" title="Rusia"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rusia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan daerah-daerah di arahan anginnya. Hujan asam dari pembangkit tenaga listrik di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat" title="Amerika Serikat"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Amerika Serikat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; bagian Barat telah merusak hutan-hutan di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_York" title="New York"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;New York&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/New_England" title="New England"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;New England&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;. Pembangkit tenaga listrik ini umumnya menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-7711715587192757665?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/7711715587192757665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/sumber.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7711715587192757665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7711715587192757665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/sumber.html' title='Sumber Hujan asam'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1383012776066845925</id><published>2009-06-12T19:31:00.003+07:00</published><updated>2009-06-12T19:32:47.438+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hujan asam'/><title type='text'>Hujan asam</title><content type='html'>&lt;p  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Hujan asam&lt;/b&gt; didefinisikan sebagai segala macam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hujan" title="Hujan"&gt;hujan&lt;/a&gt; dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/PH" title="PH"&gt;pH&lt;/a&gt; di bawah 5,6. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbondioksida" title="Karbondioksida" class="mw-redirect"&gt;karbondioksida&lt;/a&gt; (CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Udara" title="Udara"&gt;udara&lt;/a&gt; yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam" title="Asam"&gt;asam&lt;/a&gt; lemah. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mineral" title="Mineral"&gt;mineral&lt;/a&gt; dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanah" title="Tanah"&gt;tanah&lt;/a&gt; yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hujan asam disebabkan oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belerang" title="Belerang"&gt;belerang&lt;/a&gt; (sulfur) yang merupakan pengotor dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahan_bakar_fosil" title="Bahan bakar fosil"&gt;bahan bakar fosil&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogen" title="Nitrogen"&gt;nitrogen&lt;/a&gt; di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sulfur_dioksida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sulfur dioksida (halaman belum tersedia)"&gt;sulfur dioksida&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nitrogen_oksida&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Nitrogen oksida (halaman belum tersedia)"&gt;nitrogen oksida&lt;/a&gt;. Zat-zat ini berdifusi ke &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer" title="Atmosfer"&gt;atmosfer&lt;/a&gt; dan bereaksi dengan air untuk membentuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_sulfat" title="Asam sulfat"&gt;asam sulfat&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_nitrat" title="Asam nitrat"&gt;asam nitrat&lt;/a&gt; yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.&lt;/span&gt; serta  dan &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1383012776066845925?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1383012776066845925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/hujan-asam_9355.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1383012776066845925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1383012776066845925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/hujan-asam_9355.html' title='Hujan asam'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-6238439009715792517</id><published>2009-06-11T17:32:00.001+07:00</published><updated>2009-06-28T21:00:25.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Mengatasi'/><title type='text'>Cara Sederhana Kurangi Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Para ahli lingkungan hidup mengungkapkan bahwa penyebab terjadinya pemanasan global dewasa ini adalah menumpuknya gas rumah kaca seperti Karbondioksida (CO2), Metana (CH4), dan Dinitrioksida (N2O), di atmosfer bumi.Yang paling besar menyumbang gas rumah kaca di udara adalah Karbondioksida. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal gas Karbondioksida merupakan  gas normal di alam dalam jumlah melimpah. Gas ini kita hirup setiap saat, dibutuhkan juga oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Di atmosfer bumi Karbondioksida berguna untuk menjaga agar bumi tetap hangat, Sebenarnya  molekul-molekulnya bisa menahan panas dari radiasi sinar matahari dan memantulkan radiasi itu ke luar angkasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika jumlahnya melebihi batas keseimbangan alam, suhu permukaan bumi menjadi naik, sehingga terjadi perubahan-perubahan iklim yang mengakibatkan bencana alam seperti badai, angin puting beliung, kekeringan ,dan sebagainya. Berlebihnya jumlah karbondioksida disebabkan oleh semakin menipisnya populasi tumbuhan yang berfotosintesis, sebagian besar karena adanya pembalakan liar (illegal logging).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap kendaraan bermotor dan penggunaan listrik yang menggunakan minyak bumi dan batubara sebagai sumber tenaga juga bisa menjadi penyebab menumpuknya gas rumah kaca di udara. Aktivitas kita sehari-hari selalu menggunakan bahan bakar ini, naik kendaraan butuh bensin atau solar, bekerja butuh listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik berbahan bakar batubara, memasak butuh Elpiji. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illegal Logging &lt;br /&gt;Salah satu contoh kecil pembalakan liar, bila konsumen membutuhkan bahan kayu untuk membuat rumah atau mebel, kemudian menghubungi toko material untuk membeli sejumlah kayu. Konsumen ingin kayu berkualitas dengan harga relatif murah. Kayu Borneo (Kalimantan) misalnya, merupakan kayu yang banyak diminati akhir-akhir ini. Di lain pihak, para produsen dan para pengusaha tidak berpikir panjang dalam meraup keuntungan dari pembalakan liar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah semestinya berupaya mencegah pembalakan liar ini dengan memberi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat sekitar hutan. Misalnya diberi modal untuk berdagang, bertani, menanam kembali bibit pohon dari jenis pohon yang sudah ditebang dan sebagainya. Diikuti dengan pengawasan dan penegakkan hukum oleh para polisi hutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya bisa diharapkan pendekatan menekan kegiatan pembalakan liar. Dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Bali bulan Desember 2007 lalu, Josef Leitmann, Koordinator Lingkungan Bank Dunia untuk Indonesia mengutarakan, di Indonesia 84 persen dari semua emisi karbon berasal dari terutama pembalakan hutan yang menyumbang 18 persen terhadap emisi gas rumah kaca global, alih guna lahan, kebakaran hutan, dan degradasi lahan gambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, Indonesia merupakan negara nomor satu di dunia sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Hingga terjadi perubahan iklim yang menyebabkan kekeringan hutan, naiknya permukaan air laut, dan perubahan pola hujan. Reduced Emissions from Deforestation and Degradation (REDD) atau Pengurangan emisi akibat Pembalakan dan Degradasi Hutan adalah sebuah usulan untuk menyediakan insentif kepada negara-negara yang telah mereduksi emisi karbon, melalui pengurangan aksi pembalakan dan degradasi hutan, merupakan cara paling efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka kerja yang diusulkan disebut Forest Carbon Partnership Facility  akan menggunakan pendekatan kebijakan sistem skala besar, insentif positip, dan menyediakan “modal usaha” masa depan untuk mengurangi emisi dari pembalakan dan degradasi hutan, yang terbentuk dari dua mekanisme, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme kesiapan, yang akan mendanai pembangunan kapasitas di negara-negara yang memiliki hutan tropis dan subtropis, untuk meningkatkan kapasitas negara-negara tersebut agar bisa menggunakan sistem insentif untuk REDD di masa depan. &lt;br /&gt;Di beberapa negara tersebut, mekanisme pendanaan karbon akan dijadikan alat untuk membeli karbon yang dilakukan berdasarkan tingkat keberhasilan negara-negara itu untuk mengurangi atau menghindari emisi gas rumah kaca akibat pembalakan dan degradasi hutan.&lt;br /&gt;Sektor Transportasi           &lt;br /&gt;Bertambahnya kendaraan dengan sangat cepat sementara ruas jalannya tidak mampu lagi menampung, menjadi masalah utama di kota-kota besar. Sehingga terjadi kemacetan lalu lintas. Ini berdampak buruk bagi kualitas udara, karena pencemaran semakin tinggi dan berkurangnya ruang terbuka hijau sebagai paru-paru kota untuk membersihkan udara. Masalahnya akan berlanjut kepada gangguan kesehatan bagi masyarakat, minimal menimbulkan infeksi saluran pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan World Wide Fund sektor transportasi menyumbang sekitar seperempat dari total gas rumah kaca yang terhimpun di atmosfer. Semakin banyak kita menggunakan bahan bakar minyak semakin besar pula sumbangan kita kepada pemanasan global. Mengenai sektor transportasi yang tidak merusak lingkungan, di pusat kota Amsterdam sangat tidak dianjurkan mengemudi kendaraan pribadi. Sebagian besar jalan ditutup bagi kendaraan pribadi atau hanya satu jalur, dengan biaya parkir yang mahal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat dihimbau untuk menggunakan kendaraan umum atau jalan kaki. Sementara pemerintah mensponsori carsharing dan carpooling, budaya nebeng. Seperti di Kopenhagen , Denmark, Amsterdam ramah terhadap pengguna sepeda. Nyaris seluruh jalan protokol mempunyai jalur khusus bagi pengendara sepeda dengan tempat parkir sepeda melimpah di berbagai penjuru kota. Sehingga Amsterdam menjadi salah satu trendsetter kota-kota metropolitan dalam memperbaiki kondisi lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cara-cara sederhana untuk menekan bertambahnya emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh sektor transportasi, sebagai berikut: &lt;br /&gt;Sedapat mungkin gunakan transportasi umum. Makin banyak pengguna kendaraan pribadi di jalan raya, makin besar produksi karbondioksida.&lt;br /&gt;Jika mungkin, bergabunglah dengan komunitas bike to work, bersepeda ke kantor.&lt;br /&gt;Kalaupun memakai kendaraan pribadi, pilihlah kendaraan yang hemat bahan bakar. Bila perlu ajak kawan-kawan satu jurusan untuk berangkat dan pulang kerja. Rawat mesin kendaraan dengan teratur agar mesin tetap hemat bahan bakar. Pastikan tekanan ban mobil tidak di bawah normal (karena tiap penurunan tekanan sebesar 0,5  bar di bawah normal akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 5%). Keluarkan isi bagasi yang tidak diperlukan (karena tiap kenaikan 100 kg beban akan meningkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 1 liter/100 km). &lt;br /&gt;Penggunaan Listrik &lt;br /&gt;Sekilas penggunaan listrik tidak ada kaitannya dengan pemanasan global. Menurut perhitungan World Wide Fund, sekitar sepertiga  gas rumah kaca berasal dari sektor energi ini. Di Indonesia sebagian besar pembangkit listrik masih berbahan bakar fosil, terutama batubara. Pembangkit listrik ini melepas karbondioksida ke udara secara terus menerus dalam jumlah yang melimpah, karena kita memang mengkonsumsi listrik tanpa henti. Makin boros kita memakai listrik, makin banyak gas rumah kaca yang kita hasilkan. Cara-cara sederhana mengurangi emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh penggunaan listrik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Gunakan alat elektronik seperlunya, matikan jika tidak dipakai. Meski tidak harus mencabut stop kontak ketika kita tinggalkan, ini berbahaya, alat-alat elektronik ini tetap mengkonsumsi listrik dalam jumlah kecil. Sebaiknya gunakan stop kontak yang memiliki tombol on/off.Kita tak perlu mencabutnya saat meninggalkannya , cukup tekan tombol offnya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Gunakan alat elektronik hemat energi. Sekarang di pasaran banyak dijual alat-alat elektronik hemat listrik, seperti lampu, setrika, kipas angin, kulkas, televisi, komputer dan sebagainya. Lampu neon lebih irit dari lampu pijar, setrika dengan pengatur panas otomatis lebih hemat daripada yang normal, laptop lebih hemat listrik daripada komputer personal, dan sebagainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Saat membangun rumah pilihlah rumah dengan rancangan hemat energi, misalnya dengan membuat langit-langit cukup tinggi, jendela cukup lebar, ruangan yang mempermudah sirkulasi udara, cat tembok terang, dan sebagainya. Desain ini memungkinkan kita memadamkan lampu di siang hari dan memanfaatkan cahaya matahari untuk penerangan rumah. Rancangan hemat listrik juga membuat rumah tidak memerlukan terlalu banyak lampu di malam hari. Rumah bisa sejuk meski tak ber-AC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Gunakan alat elektronik dengan optimal listrik minimal, misalnya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu, bersihkan saringan pengisap debu dan AC dengan teratur. Saringan kotor menyebabkan motor bekerja lebih berat dan membutuhkan lebih banyak listrik. &lt;br /&gt;Dua, atur suhu AC sesuai kebutuhan, Jangan terlalu dingin. Semakin rendah suhunya, semakin tinggi konsumsi listriknya. Tiga,  pastikan kulkas ditutup rapat. Isi secukupnya. Jangan masukkan makanan atau minuman terlalu panas. Pintu yang tidak ditutup rapat, isi yang terlalu penuh, dan panas, akan meningkatkan konsumsi listrik. &lt;br /&gt;Empat, gunakan mesin cuci jika jumlah cucian sudah sesuai kapasitasnya. Kita bisa mengurangi laju pemanasan global dengan menambah jumlah tumbuhan yang melakukan fotosintesis dan mengurangi produksi gas karbondioksida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita menanam pohon di halaman rumah, udara di sekitar rumah menjadi sejuk. Jika halamannya sempit, seperti di pemukiman yang padat, kita bisa menanam tanaman dalam pot. Menggunakan kendaraan pribadi seperlunya saja, menggunakan kendaraan umum, setidaknya bisa menekan bertambahnya emisi gas rumah kaca yang disebabkan oleh sektor trnsportasi. Kalau kita menggunakan listrik dengan hemat, ini akan membantu mengurangi produksi gas karbondioksida yang dilepaskan pembangkit listrik ke udara, tagihan dari PLN pun akan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup ramah lingkungan seperti yang dipaparkan di atas merupakan cara-cara sederhana untuk merawat bumi dalam jangka panjang. Agar generasi penerus kita bisa hidup sehat dan tentram di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-6238439009715792517?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/6238439009715792517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/cara-sederhana-kurangi-pemanasan-global.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6238439009715792517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6238439009715792517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/cara-sederhana-kurangi-pemanasan-global.html' title='Cara Sederhana Kurangi Pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-4614795065665367579</id><published>2009-06-10T19:40:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T19:41:12.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Efek rumah kaca'/><title type='text'>Akibat dari efek rumah kaca</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata bumi 1-5°C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1,5-4,5°C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan bumi menjadi meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-4614795065665367579?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/4614795065665367579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/akibat-dari-efek-rumah-kaca.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/4614795065665367579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/4614795065665367579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/akibat-dari-efek-rumah-kaca.html' title='Akibat dari efek rumah kaca'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1044999794006126284</id><published>2009-06-10T19:38:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T19:39:49.940+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Efek rumah kaca'/><title type='text'>Penyebab efek rumah kaca</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang masuk ke bumi mengalami : 25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer 25% diserap awan 45% diadsorpsi permukaan bumi 5% dipantulkan kembali oleh permukaan bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang diadsoprsi dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi infra merah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar infra merah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2 dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah sulfur dioksida (SO2), nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana (CH4) dan khloro fluoro karbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1044999794006126284?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1044999794006126284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/penyebab-efek-rumah-kaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1044999794006126284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1044999794006126284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/penyebab-efek-rumah-kaca.html' title='Penyebab efek rumah kaca'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1548713712517572484</id><published>2009-06-10T19:37:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T19:38:20.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Efek rumah kaca'/><title type='text'>Efek rumah kaca</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Efek rumah kaca, yang pertama kali diusulkan oleh Joseph Fourier pada 1824, merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mars, Venus, dan benda langit beratmosfer lainnya (seperti satelit alami Saturnus, Titan) memiliki efek rumah kaca, tapi artikel ini hanya membahas pengaruh di Bumi. Efek rumah kaca untuk masing-masing benda langit tadi akan dibahas di masing-masing artikel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat aktivitas manusia (lihat juga pemanasan global). Yang belakang diterima oleh semua; yang pertama diterima kebanyakan oleh ilmuwan, meskipun ada beberapa perbedaan pendapat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1548713712517572484?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1548713712517572484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/efek-rumah-kaca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1548713712517572484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1548713712517572484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/efek-rumah-kaca.html' title='Efek rumah kaca'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-8864880625920884850</id><published>2009-06-10T19:27:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T19:33:40.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Mengatasi'/><title type='text'>Tips Praktis Membuat Ruangan Sejuk Tanpa AC</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika musim kemarau tiba, sebagian orang merasa bimbang antara memperoleh kenyaman di rumah atau tagihan listrik yang membengkak karena penggunaan air conditioner (AC). Namun pada kenyataannya, Anda dapat menerapkan beberapa perubahan gaya hidup Anda serta menghilangkan ketergantungan Anda terhadap AC. Karena dengan begini Anda dapat mengurangi tagihan listrik Anda sekaligus berkontribusi positif terhadap pengendalian pemanasan global. Berikut ini adalah Tips praktis membuat ruangan sejuk tanpa AC:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Pemasangan Ceiling Fan. Lakukan pemasangan ceiling fan atau kipas angin yang dipasang di langit-langit. Ceiling fan menyerap listrik sangat kecil (75 wh), namun dapat membuat suhu ruangan kamar turun hingga 10 derajad celcius. Pastikan bahwa posisi ceiling fan adalah menekan udara ke bawah, bukan menyerapnya ke atas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Pemilihan Tipe Bantal/Kasur Yang Sejuk. Jika Anda terbiasa tidur dalam suasana sejuk, maka ada beberapa produk bantal/guling yang tersedia untuk memecahkan masalah ini. Anda bisa membeli tipe bantal yang berisi air di dalamnya (water-filled pillow) untuk membuat leher dan kepala Anda tetap sejuk. Perangkat lain yang bisa Anda coba adalah kasur air dan bed-fan (kasur fan). Fan pada tempat tidur ini beroperasi tepat di bawah cover penutup, dan menghembuskan udara sejuk ke tubuh Anda sepanjang malam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Mandi Dengan Shower Pada Siang Hari. Biaya yang Anda gunakan dengan mamanfaatkan air untuk menyejukan badan akan jauh lebih murah dibandingkan dengan penggunaan AC.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Pamasangan Pelindung Matahari (sun screen). Pasanglah pelindung matahari atau kaca film pada jendela rumah Anda. Pelindung matahari dapat mengurangi masuknya panas ke dalam ruangan sebanyak 65% sedangkan kaca film dapat mengurangi hingga 60% masuknya panas ke dalam ruangan dan masih memungkinkan cahaya masuk ke dalam ruangan. Jadi, dengan pemasangan produk-produk tersebut, Anda masih dapat menikmati cahaya matahari di ruangan Anda ketika siang hari, namun dengan tingkat panas yang jauh berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. Penggantian Tipe Penerangan. Anda bisa mengganti lampu pijar di ruangan Anda dengan lampu TL (Tube Lamp) atau lampu neon. Mengapa? Lampu pijar menghasilkan 10% cahaya dan 90% panas, sedangkan lampu TL/neon menghasilkan 90% cahaya dan 10% panas. Dengan lampu tipe TL/Neon, ruangan Anda dapat terasa lebih sejuk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-8864880625920884850?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/8864880625920884850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tips-praktis-membuat-ruangan-sejuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8864880625920884850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8864880625920884850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tips-praktis-membuat-ruangan-sejuk.html' title='Tips Praktis Membuat Ruangan Sejuk Tanpa AC'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1209902578036732763</id><published>2009-06-10T15:18:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T15:26:57.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar'/><title type='text'>Stop global warming today</title><content type='html'>&lt;a href="http://s598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/?action=view&amp;amp;current=mencegah-pemanasan-global-global-wa.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 479px; height: 341px;" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/mencegah-pemanasan-global-global-wa.jpg" alt="stop global warming today" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;embed &lt;textarea cols="40" name="textarea"&gt;&lt;a href="http://s598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/?action=view&amp;amp;current=mencegah-pemanasan-global-global-wa.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 544px; height: 388px;" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/mencegah-pemanasan-global-global-wa.jpg" alt="stop global warming today" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1209902578036732763?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1209902578036732763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/stop-global-warming-today.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1209902578036732763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1209902578036732763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/stop-global-warming-today.html' title='Stop global warming today'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-7387613625651630933</id><published>2009-06-10T15:02:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T15:15:02.594+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar'/><title type='text'>Gambar sumber pemanasan global</title><content type='html'>&lt;a href="http://s598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/?action=view&amp;amp;current=teknologi_pemanasan-070806.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 484px; height: 336px;" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/teknologi_pemanasan-070806.jpg" alt="sumber pemanasan global" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;embed : &lt;textarea cols="40" name="textarea"&gt;&lt;a href="http://s598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/?action=view&amp;amp;current=teknologi_pemanasan-070806.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 484px; height: 336px;" src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/teknologi_pemanasan-070806.jpg" alt="sumber pemanasan global" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-7387613625651630933?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/7387613625651630933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/gambar-sumber-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7387613625651630933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7387613625651630933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/gambar-sumber-pemanasan-global.html' title='Gambar sumber pemanasan global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-3394274558728945156</id><published>2009-06-10T14:58:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T14:59:37.783+07:00</updated><title type='text'>Gambar dampak pemanasan global</title><content type='html'>&lt;a href="http://s598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/?action=view&amp;amp;current=dampak-pemanasan-global.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/dampak-pemanasan-global.jpg" border="0" alt="Dampak pemanasan global" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;embed : &lt;textarea cols="40" name="textarea"&gt;&lt;a href="http://s598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/?action=view&amp;amp;current=dampak-pemanasan-global.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i598.photobucket.com/albums/tt66/Harri_94/dampak-pemanasan-global.jpg" border="0" alt="Dampak pemanasan global" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-3394274558728945156?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/3394274558728945156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/gambar-dampak-pemanasan-global_10.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/3394274558728945156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/3394274558728945156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/gambar-dampak-pemanasan-global_10.html' title='Gambar dampak pemanasan global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-534089853570469777</id><published>2009-06-10T14:36:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T14:37:35.168+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Akibat Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Langit terlihat begitu cerah&lt;br /&gt;Sebagian orang anggap itu indah&lt;br /&gt;Tiada satupun awan menutupinya&lt;br /&gt;Sang mentari bersinar dengan jumawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat aku membeli es krim&lt;br /&gt;Dalam bungkusnya ia meleleh&lt;br /&gt;Di saat kubeli ayam mentah&lt;br /&gt;Matanglah ia jadi ayam bakar&lt;br /&gt;Dan di saat kuambil air dari sumur&lt;br /&gt;Mendidih ia jadi air matang&lt;br /&gt;Juga di saat aku hendak memasak mie instan&lt;br /&gt;Matanglah ia dengan sendirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kupandang lagi langit itu&lt;br /&gt;Yang datar biru cerah warnanya&lt;br /&gt;Dan tak bisa tersentuh oleh kegelapan sekecil apapun&lt;br /&gt;Pupil mataku yang tadinya lebar selebar langit itu&lt;br /&gt;Sekarang ia sempit seperti lahan di kotaku&lt;br /&gt;Yang hanya dipenuhi bangunan kejam&lt;br /&gt;Para budak dari keserakahan manusia akan uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tubuhku yang semakin hangus&lt;br /&gt;Terbakar ultraviolet yang tak terbendung&lt;br /&gt;Karena lapisan ozon semakin lenyap&lt;br /&gt;Tanpa ada satupun pohon rindang yang membantunya&lt;br /&gt;Menyerap seluruh polutan di muka bumi ini&lt;br /&gt;Karena pohon yang rindang&lt;br /&gt;Tidak mereka anggap bisa menghasilkan uang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sudah panas ini&lt;br /&gt;Membakar mataku&lt;br /&gt;Mengeringkan otakku&lt;br /&gt;Mendidihkan darahku&lt;br /&gt;Menguapkan seluruh keringatku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa panas ini&lt;br /&gt;Menembus pori-pori kulitku&lt;br /&gt;Meresap sampai ke sumsum tulang&lt;br /&gt;Mencekik seluruh organ tubuhku&lt;br /&gt;Bergejolak dalam jiwaku yang penuh keheningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh akal pikiranku&lt;br /&gt;Lenyap dilalap panasnya api pemanasan global&lt;br /&gt;Yang telah dilahirkan&lt;br /&gt;Oleh biadabnya ulah anak manusia&lt;br /&gt;Yang tak pernah mau&lt;br /&gt;Mengambil tanggung jawab&lt;br /&gt;Atas semua perbuatan merusaknya&lt;br /&gt;Sampai seluruh alam ini hangus&lt;br /&gt;Menyisakan abu penyesalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-534089853570469777?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/534089853570469777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/akibat-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/534089853570469777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/534089853570469777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/akibat-pemanasan-global.html' title='Akibat Pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-5163789059933977255</id><published>2009-06-09T20:45:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T20:51:23.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita'/><title type='text'>Beruang kutub dan pemanasan global</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Pemanasan global diyakini sebagai sebab untuk semakin cepat meleburnya laut es Arctic, yang membuat beruang kutub susah untuk berburu mangsa.&lt;br /&gt;Menurut gambar satelit, es laut Arctic telah selama empat musim panas telah berada pada tingkat terendah dalam tiga dekade, sementara beberapa perkiraan mengatakan bahwa es bisa hilang sepenuhnya selama bulan hangat dalam waktu dekat, yang akan memiliki konsekuensi sangat efektif untuk kutub beruang.&lt;br /&gt;Menurut perkiraan terakhir dari US Geological Survey, air raksa akan naik menjadi lebih tinggi, dan menyebabkan sebanyak dua pertiga dari 20-25 ribu beruang kutub yang berkeliaran di Arctic bisa hilang di tengah abad ini.&lt;br /&gt;Meleburnya es bukan hanya berarti mempersingkat musim perburuan, tetapi juga berarti harus menambah lebih jauh jarak untuk menjangkau wilayah perburuan mereka yang dingin, sesuatu yang telah menyebabkan sebuah kemunduran bagi kesehatan mereka, mempengaruhi kapasitas reproduksi mereka dan peluang untuk hidup.&lt;br /&gt;Beruang kutub juga terancam oleh polusi dari industri kimia dan meningkatnya aktivitas manusia di Arctic yang dulunya masih alami.&lt;br /&gt;Negara - negara Arctic, yang hanya bertemu dua kali sejak 1981, juga menyepakati sesuai Tromsoe bagi pertukaran lebih sering. Mereka memutuskan untuk bertemu di Kanada tahun 2011 dan di Rusia dua tahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-5163789059933977255?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/5163789059933977255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/beruang-kutub-dan-pemanasan-global.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5163789059933977255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5163789059933977255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/beruang-kutub-dan-pemanasan-global.html' title='Beruang kutub dan pemanasan global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-618394136486605642</id><published>2009-06-09T20:43:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T14:06:18.196+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nofel'/><title type='text'>Dasar Cewek Gak Peduli Alam</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;"Eh Hel,lo mau gak jadi cewek gue?",tanya Ihsan malu-malu.Helga memang cewek yang paling diidam-idamkan cowok disekolahnya.Meskipun Helga bukan anak cheerleader yang udah pasti cantik dan ...so pasti sexy,tapi Helga cantik,pediam,pintar dan menantang hati para cowok yang berebut untuk bisa jadi pacarnya. &lt;br /&gt;Helga tampak berpikir agak lama.Ihsan juga bukan cowok sembarangan nih,dan dia nembak gue,batinnya dalam hati.Kemarin kakak kelasnya Dindra yang jago basket udah ditolak dan sekarang dia kepengen jadian sama Dindra,tapi sekarang Dindra udah punya cewek anak kelas 7,kalo jadian sama Ihsan sekalian buat nunjukin kalo dia ditolak Dindra masih ada cowok yang mau sama dia.&lt;br /&gt;"Boleh deh",jawabnya.&lt;br /&gt;Wajah Ihsan langsung berbinar -binar.Weitssss,Helga mau jadian sama gue.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Tanpa diduga ternyata Helga yang pendiam lebih parah kelakuannya daripada Aster si kapten cheerleader yang cuma peduli sama sale.Selain Helga matre dan langsung mengambil sedikitnya lima CD original ditoko kaset,Helga juga gak cinta sama lingkungan.&lt;br /&gt;Ihsan memang bukan cowok yang suka ngajak jalan,ia sering ngajak Helga kerumahnya untuk menemaninya yang sendirian.Bokap nyokap sibuk kerja,hari Minggupun ada aja urusan rapat dihotel inilah , undangan dirumah tante inilah dan lain-lain,jadi ia ngajak Helga kerumahnya aja untuk ngebantuin membersihkan rumah atau mentok-mentok diajak ketukang jualan bakso langganannya yang ada gak jauh dari rumahnya dan Helga menikmatinya juga kok.&lt;br /&gt;Tapi Helga ternyata gak peduli sama lingkungan.Tissue bekas melap mulutnya yang cemong oleh sambal langsung dibuang kejalan,kalau minum bisa mengambil gelas baru tiap kali menuang air dan tidak mematikan keran seusai mencuci piring.&lt;br /&gt;"Kayaknya bukan elo cewek yang gue idam-idamkan",batin Ihsan dalam hati ketika melihat Helga menendang kucing liar yang duduk disampingnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Sayang,besok kamu ada acara?",tanya Ihsan.&lt;br /&gt;"Gak ,gak ada kok.Kenapa San?".&lt;br /&gt;"Alma-Rizky sama Sacha-Irza ngajakin triple date dihotel Hyatt.Kebeneran ya gue mau ngajak kamu fine dining lah sekali-kali",jawab Ihsan tegas.Sekalian nguji elo cewek gak cinta lingkungan.&lt;br /&gt;"Boleh-boleh.Kamu jemput aku apa gimana?",tanya Helga lagi.&lt;br /&gt;"Iya aku jemput kamu besok".&lt;br /&gt;"Okedeh,kalo gitu aku tunggu kamu dirumah ya".&lt;br /&gt;Ihsan geleng-geleng kepala.Dasar,kamu gak cuma pinter fisika aja Hel,tapi kamu juga pinter bermain watak.Didepan temen-temen kamu seperti cewek baik yang kalem ternyata kamu lebih matre daripada Aster.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;"Sirloin steaknya satu,orange juicenya juga satu",kata Helga kepada pelayan yang sibuk mencatat menunya.&lt;br /&gt;"Mas,mau pesen apaan?",tanya pelayan itu ragu-ragu kearah Ihsan.Cih,saat ini ia gak nafsu makan beneran deh.Berada ditempat seperti ini bawaannya jadi jaim padahal ia sedang laper berat.&lt;br /&gt;"Asparagi soup sama aqua aja Mas",pesannya.&lt;br /&gt;Sambil menunggu Ihsan berpikir ,batinnya sekarang adalah saatnya untuk bilang terus terang kepada Helga bahwa ia sudah tidak berminat melanjutkan masa pacarannya lagi.Tapi kasian juga , kan Helga sudah menerimanya dengan tulus,masa diputusin sih?.&lt;br /&gt;Gara-gara Helga tagihan airnya naik,uang jajannya berkurang,dan parahnya ia tidak suka sama cewek yang gak cinta lingkungan.&lt;br /&gt;"Hel,kamu gak bisa ya cinta sama lingkungan?",tanyanya dengan berat hati.&lt;br /&gt;"Ofcourse aku cinta lingkungan",jawabnya mantap.&lt;br /&gt;"Kenapa kamu gak mau membuang sampah ditempatnya?Dan jabatanmu juga ketua OSIS kamu bisa mengupayakan tempat sampah yang lebih banyak disekolah,kamu juga bisa membuat aturan dikamar mandi untuk mematikan air ketika sudah tidak dipakai",balas Ihsan cuek.Bodo amat,katanya Helga tegar dibilang begini masa sih nangis.&lt;br /&gt;"Ngapain kita bayar uang sekolah mahal kalo kita gak bisa pake air terbatas?",balas Helga jutek."Kamu siapa,kok ngatur-ngatur hidupku gitu?Mau aku pake matiin keran atau apa itu suka-suka aku".&lt;br /&gt;Menu mereka sudah datang jadilah mereka hening sejenak sambil memakan santapan mahal yang memang diakui rasanya lezat.Alma-Rizky berada dimeja belakang mereka sedangkan Sacha-Irza masih sibuk mencari bunga . Ihsan memang tidak secasanova Irza,ataupun seboros Rizy sehingga ia langsung memesan makanan dan setelah itu pulang.&lt;br /&gt;"Kamu tau kalo sekarang pasokan air bersih sudah tinggal sedikit?,dan kamu juga tau kalo sampah itu susah diuraikan?Memangnya kamu bisa jamin sepuluh tahun lagi kita masih punya pasokan air bersih?",kata Ihsan pelan yang membuat Helga tidak yakin itu Ihsan yang mengatakannya.&lt;br /&gt;"Air itu hampir 'meninggal' didunia ini.Dan kalo itu terjadi kita juga ikut 'meninggal' ,juga semua isi dunia ini Hel.Kamu juga tau kan kenapa kacang kedelai naik harganya?Itu juga karena kacang kedelai hampir 'meninggal' dan pasokannya di Indonesia tinggal sedikit".&lt;br /&gt;"Terus kenapa?",jawab Helga cuek sekaligus menantang.&lt;br /&gt;"Kalau kamu gak peduli,yaudah.Yang jelas aku gak suka cewek yang gak peduli lingkungan.Mendingan kita putus",akhirnya Ihsan terus terang juga dengan mantap.&lt;br /&gt;"Terserah,orang kayak gue sih masih banyak yang mau",jawab Helga lagi langsung pergi."Oke,gue mau pulang aja naik silverbird,makasih udah nraktir sirloinnya,bye".&lt;br /&gt;Dasar cewek gak peduli sama alam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-618394136486605642?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/618394136486605642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/dasar-cewek-gak-peduli-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/618394136486605642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/618394136486605642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/dasar-cewek-gak-peduli-alam.html' title='Dasar Cewek Gak Peduli Alam'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-9196127244820855470</id><published>2009-06-09T20:39:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T20:40:34.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Terkoyak pelindung alam penepis sinar biaskan panas lampaui batas&lt;br /&gt;Lebar sekat udara menganga diatas sana&lt;br /&gt;tak kuasa hembuskan angin surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak penghuni bumi berlari&lt;br /&gt;diburu cuaca yang makin tak pasti&lt;br /&gt;Badai berlari mengelilingi bumi&lt;br /&gt;tak pernah berhenti menyakiti&lt;br /&gt;Seakan membalas prilaku penghuni&lt;br /&gt;yang tak pernah mau mengerti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup yang sejati&lt;br /&gt;Peredam panas dan produsen oksigen yang tak pernah berhenti&lt;br /&gt;Hutan lestari makin langka untuk ditemui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beku kutup menciut berpacu meningginya air laut&lt;br /&gt;Kobar api menyala tak disengaja&lt;br /&gt;hanguskan hutan diberbagai sudut benua&lt;br /&gt;Panas cuaca laksana bara magma menyala&lt;br /&gt;Hadirkan siksa api neraka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-9196127244820855470?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/9196127244820855470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/9196127244820855470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/9196127244820855470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global.html' title='Pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-3484998944718040829</id><published>2009-06-09T20:14:00.000+07:00</published><updated>2009-06-10T14:06:41.326+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>lagi2 pemanasan global,,hfff,,,</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#33ff33;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;suara hujan tak kunjung henti&lt;br /&gt;padahal sudah setengah hari,&lt;br /&gt;terus menyirami&lt;br /&gt;kota yang sudah malam&lt;br /&gt;hujanya pun, hujan asam&lt;br /&gt;ditambah efeknya yang seram&lt;br /&gt;semua berkat mesin - masin polusi&lt;br /&gt;air inipun mulai memenuhi kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada lagi tanah tuk diresapi&lt;br /&gt;gerombolan air terus bertumpuk&lt;br /&gt;terus bertambah tinggi,&lt;br /&gt;orang - orang hanya bisa memaki - maki&lt;br /&gt;tanpa melakukan sedikitpun aksi&lt;br /&gt;cuma bisa melayani diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhektar - hektar hutan pepohonan&lt;br /&gt;semuanya ditebas dengan arit&lt;br /&gt;dijadikan kebun kelapa sawit&lt;br /&gt;planet inipun mati perlahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah,&lt;br /&gt;dinginnya freon AC&lt;br /&gt;membuat bumi semakin opname&lt;br /&gt;bumi yang bulat mulai berkarat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-3484998944718040829?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/3484998944718040829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/lagi2-pemanasan-globalhfff.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/3484998944718040829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/3484998944718040829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/lagi2-pemanasan-globalhfff.html' title='lagi2 pemanasan global,,hfff,,,'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-5577920966064760502</id><published>2009-06-09T20:12:00.000+07:00</published><updated>2009-06-09T20:13:22.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><title type='text'>DUNIA KITA</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-family:comix;font-size:100%;"&gt;Telah hilangkah dunia kita&lt;br /&gt;Yang begitu indah&lt;br /&gt;Atau kita tak merasa&lt;br /&gt;Hancurkan semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat amarah tiba kita kan cuma pasrah&lt;br /&gt;Entah apa yang bisa hentikan semua&lt;br /&gt;Semua akan menjerit, pasti akan terjepit&lt;br /&gt;Dan terusik didalam dunia yang sempit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia tak memihak, siapa dan dimana&lt;br /&gt;Karena kita telah merusak wajahnya&lt;br /&gt;Tanpa rasa kita habiskan semua&lt;br /&gt;Tinggalkan sisa sesak sampah dalam dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah hilangkah dunia kita&lt;br /&gt;Yang begitu indah&lt;br /&gt;Atau kita tak merasa&lt;br /&gt;Hancurkan semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecahkan suara dan tubuh berlumur darah&lt;br /&gt;Perih sakit akan menjadi hal yang biasa&lt;br /&gt;Hijau dunia telah berubah menjadi merah&lt;br /&gt;Awan hitam selimuti bagaikan neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi dunia akan segera berbalik arah&lt;br /&gt;Tak setia menjadi senjata pemusnah&lt;br /&gt;Perih rasa ketika semuanya tiba&lt;br /&gt;Kepada siapa teriak untuk mendapatkan iba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);font-family:comix;font-size:78%;"&gt;Jakarta, 04 Januari 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-5577920966064760502?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/5577920966064760502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/dunia-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5577920966064760502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5577920966064760502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/dunia-kita.html' title='DUNIA KITA'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-6145263938191003524</id><published>2009-06-08T20:28:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T20:29:52.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Selamatkan laut dari pemanasan global</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;object id="W48cfe5b37f6445374a2d04ebad5466f5" data="http://widgets.clearspring.com/o/48cfe5b37f644537/4a2d04ebad5466f5/48cfe5b37f644537/138e3a3f/-cpid/69b87ce73a100c6" type="application/x-shockwave-flash" width="200" height="200"&gt;&lt;param value="http://widgets.clearspring.com/o/48cfe5b37f644537/4a2d04ebad5466f5/48cfe5b37f644537/138e3a3f/-cpid/69b87ce73a100c6" name="movie"&gt;&lt;param value="transparent" name="wmode"&gt;&lt;param value="all" name="allowNetworking"&gt;&lt;param value="always" name="allowScriptAccess"&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Gas karbon dioksida dan gas-gas lain secara alami menghangatkan permukaan bumi dengan memerangkap panas matahari di atmosfer. Ini membuat bumi layak dihuni. Namun, ulah manusia yang menggunakan bahan bakar berlebihan serta menebangi hutan secara cepat meningkatkan jumlah gas karbon dioksida di atmosfer. Akibatnya, temperatur bumi meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas ilmuwan di dunia mengakui pemanasan global benar-benar nyata, dan tengah berlangsung. Bukti-bukti dampak pemanasan global juga tidak terbantahkan. Menurut Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim (IPCC), pemanasan global saat ini "sepenuhnya tidak berasal dari sebab-sebab alam". Mereka menegaskan, manusia bertanggung jawab atas kerusakan siklus iklim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global sangat terkait dengan efek rumah kaca. Selama ini komposisi gas di atmosfer menunjang kehidupan di bumi. Gelombang matahari yang mengarah ke bumi sebelum terpatul balik ke luar angkasa sebagian diperangkap gas-gas di atmosfer sehingga bumi 30° Celsius lebih hangat. Namun, ketika gas-gas yang melindungi kita, di antaranya karbon dioksida, terakumulasi terlalu banyak di atmosfer, keseimbangan panas bumi pun mulai goyah. Sinar matahari yang diperangkap makin banyak sehingga bumi makin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Amerika Serikat yang disebut Gedung Putih sebagai lembaga dengan standar penilaian sangat objektif, pada tahun 2005 bersama 10 akademi sains negara lain menyatakan, "Pemahaman ilmu pengetahuan mengenai perubahan iklim saat ini telah sangat memadai. Kami meminta segera diambil langkah pencegahan, dengan mengidentifikasi langkah yang paling cepat dan terjangkau untuk mengurangi efek pembuangan gas-gas rumah kaca."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan saat ini di kalangan komunitas ilmuwan mengenai pemanasan global hanyalah "seberapa cepat perubahan iklim terjadi serta seberapa luas dampaknya bagi manusia". Selama ini cadangan es (gletser) bisa bertahan karena suhu di kutub cukup dingin. Es bertahan di pegunungan tinggi dan hanya mencair bila musim panas tiba. Konsentrasi air di puncak gunung akibat hujan akan kembali membentuk kumpulan es selama musim dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini perubahan itu berlangsung dengan cepat. Suhu panas membuat es di kedua kutub dan pegunungan tinggi di bumi mencair tanpa tergantung musim. Ini berbahaya. Pasalnya, di bawah permukaan es tersimpan karbon dioksida. Semakin besar dan cepat es di kutub mencair, tambahan gas kian besar ke atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situs livescience.com (21/4/2005) menyebutkan, sebuah penelitian mencatat, akibat pemanasan global, es gletser di Antartika (Kutub Selatan) dan Greeenland bergerak mundur 84 persen dari tempat semula 50 tahun lalu. Penelitian ini didasarkan 2.000 foto udara yang sebagian diperoleh tahun 1940-an dan foto-foto satelit selama ini. Di Antartika suhu permukaan meningkat 2,5° Celsius dalam 50 tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Es juga menghilang dengan cepat tanpa tergantung musim di pegunungan Himalaya. Padahal, es ini menghidupi tujuh sungai besar di China dan India yang menjadi gantungan hidup dua miliar manusia setiap tahun. Data WWF menyatakan, Ekuador, Peru, dan Bolivia juga terancam karena menghilangnya cadangan es di pegunungan Andes yang menghidupi jutaan manusia selama musim kering setiap tahun. Hilangnya cadangan air berarti ancaman kekeringan dan kelaparan bagi manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cadangan jutaan ton es yang mencair akhirnya mengalir ke laut. Dalam kasus ini, sebagaimana disebut cnn.com (1/12/2003), pulau-pulau seperti Tuvalu di Samudera Pasifik, daerah pantai di Bangladesh, dan wilayah permukiman di dekat pantai Inggris bisa tengelam karena pencairan es. Menurut Panel Antar-Pemerintah mengenai Perubahan Iklim, permukaan air laut meningkat 0,17 meter secara global sepanjang abad ke-20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta lain yang disampaikan riset badan ruang angkasa Amerika, NASA, menunjukkan pemanasan global akan memicu turunnya hujan lebat saat atmosfer bertambah panas. Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya badai hujan dan badai petir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim riset menemukan kecenderungan badai petir muncul di Afrika dan Amazon. Hal itu disebabkan suhu daratan lebih panas dari suhu laut. Karena laut lebih lambat panas ketimbang daratan, maka terjadilah angin. Semakin besar perbedaan suhu antara daratan dan lautan, kian cepat pula angin bertiup. Itulah yang menyebabkan topan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan suhu dan temperatur bumi yang tak menentu membuat angin kecil berubah menjadi topan. Sebagaimana ditulis cnn.com Selasa (4/9), Pusat Topan Amerika Serikat menyatakan angin Felix meningkat menjadi kategori 4 dan bergerak di perbatasan selatan Nikaragua dan Honduras. Angin Felix kini mencapai 150 mph (241 kilometer/jam). Padahal, hari Minggu lalu Felix masih berkategori 2 dengan kecepatan 100 mph. Dua minggu lalu topan Dean kategori 5 menghantam pegunungan Yucatan, Meksiko. Menurut data, selama 30 tahun terakhir topan berkategori 4 dan 5 berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya itu, Bill McGuire dari Lembaga Riset Universitas London menyatakan perubahan iklim turut memicu aktivitas geologis di bumi. Lapisan es yang menutupi gunung dan kutub memberikan keseimbangan beban bagi bumi. Saat es mencair dan beban hilang, aktivitas gunung berapi bawah tanah bisa dengan mudah muncul ke permukaan. Tekanan akibat membesarnya volume air di lautan juga dapat memicu aktivitas gunung berapi. Mekanisme ini terjadi secara teratur di Gunung Pavlov, Alaska, Amerika Serikat, saat air laut meningkat di musim dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui studi yang dipublikasikan majalan Nature tahun 1997, McGuire memperlihatkan hubungan antara perubahan permukaan air laut dan aktivitas gunung berapi di Timur Tengah selama 80.000 tahun terakhir. Dia menemukan, saat tingkat air laut meningkat, aktivitas gunung berapi naik hingga 300 persen. Perubahan suhu mengganggu iklim dan perubahan musim. Di beberapa tempat seperti Rusia, musim dingin menjadi lebih hangat dan musim panas menjadi makin panas. Namun di wilayah lain di bumi kadang musim panas menjadi lebih dingin dari biasanya. Pada Juli lalu hujan salju kembali turun di Argentina dan Afrika Selatan. Padahal, sudah ratusan tahun di kedua wilayah itu tidak ada hujan salju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan suhu udara juga mengganggu jadwal reproduksi makhluk hidup. Buaya, misalnya, yang jenis kelamin janin dalam telurnya ditentukan oleh suhu, saat bumi makin hangat makin banyak telur menetas dengan jenis kelamin betina. Namun binatang lain seperti nyamuk dan serangga lain menjadi semakin lama berbiak karena musim panas yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global juga akan meningkatkan serangan penyakit tanaman di seluruh dunia. Hal itu mendatangkan ancaman kerugian ratusan juta dolar per tahun. Sejumlah penyakit tanaman cepat berkembang biak, terutama di daerah Eropa, saat suhu makin hangat. Hama tanaman rapa (bahan baku minyak sayur dan margarin) bahkan mencapai daerah-daerah Skotlandia, yang dulunya jauh lebih dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyamuk malaria menyebar ke pegunungan Andes di Kolombia yang terletak 7.000 kaki di atas pemukaan laut. Bahkan, menurut climatecrisis.net, sedikitnya 279 spesies tanaman dan hewan telah bermukim lebih dekat ke kutub akibat pemanasan global. Di laut, ganggang merah dapat berbiak sangat cepat akibat meningkatnya suhu. Padahal, tanaman ini menghabiskan sebagian besar oksigen yang dibutuhkan ikan-ikan kecil. Menurut sejumlah ilmuwan, saat satu rantai makanan dasar hilang, jutaan spesies hewan akan punah di tahun 2050. Demikian pula hewan-hewan besar, termasuk manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah skenario buruk itu, komunitas internasional mendorong tindakan lebih keras untuk penyelamatan lingkungan melalui Protokol Kyoto yang digagas Desember 1997. Kesepakatan itu memaksa negara-negara industri mengurangi polusi hingga temperatur global bumi turun 0,28° celsius pada tahun 2050.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mencegah perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan di bumi terus dilakukan. Desember nanti PBB menggelar Konferensi XIII tentang Perubahan Iklim di Bali. Rencananya pertemuan itu akan dihadiri sekitar 10.000 orang dari 100 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Sekretariat Urusan Perubahan Iklim PBB Yvo de Boer mengatakan, dulu tidak banyak orang peduli terhadap pemanasan global. "Perubahan iklim dulu memang murni isu lingkungan hidup. Namun, sekarang menjadi isu ekonomi, perdagangan, dan politik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-6145263938191003524?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/6145263938191003524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/selamatkan-laut-dari-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6145263938191003524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6145263938191003524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/selamatkan-laut-dari-pemanasan-global.html' title='Selamatkan laut dari pemanasan global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-9105253442815362761</id><published>2009-06-08T13:36:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T13:53:24.757+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dampak'/><title type='text'>Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiyyuSrgA8I/AAAAAAAAAFo/65eWuUvWC3I/s1600-h/news_586.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiyyuSrgA8I/AAAAAAAAAFo/65eWuUvWC3I/s200/news_586.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344843366139954114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;meluasnya intrusi air laut,&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi masyarakat pesisir, dan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Kemungkinan lainnya adalah akibat terjadinya efek backwater dari wilayah pesisir ke darat. Frekuensi dan intensitas banjir diprediksikan terjadi 9 kali lebih besar pada dekade mendatang dimana 80% peningkatan banjir tersebut terjadi di Asia Selatan dan Tenggara (termasuk Indonesia) dengan luas genangan banjir mencapai 2 juta mil persegi. Peningkatan volume air pada kawasan pesisir akan memberikan efek akumulatif apabila kenaikan muka air laut serta peningkatan frekuensi dan intensitas hujan terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove, yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209.543 ha (1982) menurun menjadi 3.235.700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496.185 ha (1993). Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993), telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi, maka : abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang, pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan, dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan. Sebagai contoh, diperkirakan pada periode antara 2050 hingga 2070, maka intrusi air laut akan mencakup 50% dari luas wilayah Jakarta Utara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah : (a) gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan Sumatera ; (b) genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa, Sumatera bagian Timur, Kalimantan bagian Selatan, Sulawesi bagian Barat Daya, dan beberapa spot pesisir di Papua ; (c) hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah, payau, kolam ikan, dan mangrove seluas 3,4 juta hektar atau setara dengan US$ 11,307 juta ; gambaran ini bahkan menjadi lebih ‘buram’ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional, dan (d) penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan, seperti di DAS Citarum, Brantas, dan Saddang yang sangat krusial bagi kelangsungan swasembada pangan di Indonesia. Adapun daerah-daerah di Indonesia yang potensial terkena dampak kenaikan muka air laut diperlihatkan pada Gambar 1 berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Terancam berkurangnya luasan kawasan pesisir dan bahkan hilangnya pulau-pulau kecil yang dapat mencapai angka 2000 hingga 4000 pulau, tergantung dari kenaikan muka air laut yang terjadi. Dengan asumsi kemunduran garis pantai sejauh 25 meter, pada akhir abad 2100 lahan pesisir yang hilang mencapai 202.500 ha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Bagi Indonesia, dampak kenaikan muka air laut dan banjir lebih diperparah dengan pengurangan luas hutan tropis yang cukup signifikan, baik akibat kebakaran maupun akibat penggundulan. Data yang dihimpun dari The Georgetown – International Environmental Law Review (1999) menunjukkan bahwa pada kurun waktu 1997 – 1998 saja tidak kurang dari 1,7 juta hektar hutan terbakar di Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh El Nino. Bahkan WWF (2000) menyebutkan angka yang lebih besar, yakni antara 2 hingga 3,5 juta hektar pada periode yang sama. Apabila tidak diambil langkah-langkah yang tepat maka kerusakan hutan – khususnya yang berfungsi lindung – akan menyebabkan run-off yang besar pada kawasan hulu, meningkatkan resiko pendangkalan dan banjir pada wilayah hilir , serta memperluas kelangkaan air bersih pada jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-9105253442815362761?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/9105253442815362761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/dampak-kenaikan-permukaan-air-laut-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/9105253442815362761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/9105253442815362761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/dampak-kenaikan-permukaan-air-laut-dan.html' title='Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut dan Banjir terhadap Kondisi Lingkungan Bio-geofisik dan Sosial-Ekonomi Masyarakat'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiyyuSrgA8I/AAAAAAAAAFo/65eWuUvWC3I/s72-c/news_586.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-8192526110787815382</id><published>2009-06-08T13:32:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T13:33:17.183+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyebab'/><title type='text'>Apakah AC menyababkan pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Dulu indonesia adalah salah satu paru-paru dunia. Banyaknya pepohonan dan hutan-hutan yang dimiliki Indonesia menjadikan Indonesia mendapat predikat tersebut. Namun, kini lain. Penebangan hutan liar, illegal logging menyebabkan hutan-hutan yang masih asri yang dimiliki oleh Indonesia berkurang. Indonesiapun berubah menjadi negara penghasil polusi udara dunia. Maka dari itu, marilah kita bersama-sama mengurangi bahaya pemanasan global yang berdampak bu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;ruk bagi kelangsungan hidup umat manusia. Bagaimana cara mengurangi dampak tersebut?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiywX97NbvI/AAAAAAAAAFg/PnQhum5DAr4/s1600-h/noncfc-halon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiywX97NbvI/AAAAAAAAAFg/PnQhum5DAr4/s200/noncfc-halon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344840783588323058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Salah sat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;u c&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;ara yaitu mengurangi pemakaian barang-barang elektronik yang mengeluarkan gas CFC seperti AC dan kulkas. Apa itu gas CFC? CFC merupakan singkatan dari Chloro Fluoro Carbons. Gas ini merupakan gas buatan yang dikeluarkan oleh AC dan kulkas. Gas buatan ini meningkatkan kadar penipisan ozon. Dalam kurun waktu 5 tahun, CFC bergerak naik secara perlahan ke dalam stratosfer (10 km – 50 km). molekul CFC terurai setelah berca&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;mpur dengan sinar UV (ultraviolet) yang kemudian membebaskan atom klorin. Atom klorin tersebut dapat menyebabkan lubang ozon. (wikipedia.com). Selanjutnya lubang ozon tersebut dapat menyebabkan pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaiman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;a cara agar kita bebas dari gas CFC? Sekarang, banyak peralatan elektroik seperti AC dan kulkas yang ramah lingkun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;gan, yaitu bebas gas CFC. Kita sebagai konsumen harus pintar memilih produk yang ramah lingkungan. Jika kita membeli AC maupun kulkas, belilah produk yang berlogo NON CFC.&lt;br /&gt;Selain membeli produk non CFC, kita juga harus ikut berpartisipasi dalam program penghijauan. Misalnya dengan cara menanam pohon hijau di pekarangan rumah kita. Dengan begitu polusi udara dapat berkurang dan akan mengurangi dampak pemanasan global. Let’s go green!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-8192526110787815382?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/8192526110787815382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/apakah-ac-menyababkan-pemanasan-global.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8192526110787815382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/8192526110787815382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/apakah-ac-menyababkan-pemanasan-global.html' title='Apakah AC menyababkan pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiywX97NbvI/AAAAAAAAAFg/PnQhum5DAr4/s72-c/noncfc-halon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-7398977223557281840</id><published>2009-06-08T13:24:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T13:27:45.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Mengatasi'/><title type='text'>Kurangi Makan Daging Atasi Pemanasan Global?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiyvRsmJkII/AAAAAAAAAFY/R7ShUcKoitA/s1600-h/Steak.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 177px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiyvRsmJkII/AAAAAAAAAFY/R7ShUcKoitA/s200/Steak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344839576345743490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Masyarakat perkotaan dan pedesaan dapat berpartisipasi mengatasi pemanasan global dengan cara mengurangi makan daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kurangi makan daging, karena dengan mengurangi makan daging berarti mengurangi peternakan," kata praktisi pemanasan global dari Supreme Master Television, Kontribusi Jakarta, Murniati Kamarga sebelum pelaksanaan seminar Global Warming Mengancam Keselamatan Planet Bumi, di Cirebon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, peternakan sapi, kambing, kerbau, domba maupun unggas sangat berperan dalam pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengurangi makan daging, yang berarti pula mengurangi peternakan, maka akan berdampak kepada lahan untuk dihijaukan yang berfungsi sebagai hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pihak lain, pemanasan global bisa dikurangi dengan menggalakkan pola pemupukan organik yang diyakini bisa memperkaya oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bisa menjadi orang tidak makan daging sama sekali (vegetarian) berarti secara individu telah ikut mengurangi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vegetarian sangat dianjurkan guna mengurangi pemanasan global. Vegetarian, disamping menjaga kesehatan tubuh, juga berarti mengurani konsumsi daging, tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua masyarakat terkena dampak pemanasan global, baik di perkoataan maupun di pedesaan. "Karena itu, semua perlu berpartisipasi untuk menguranginya," katanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-7398977223557281840?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/7398977223557281840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/kurangi-makan-daging-atasi-pemanasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7398977223557281840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7398977223557281840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/kurangi-makan-daging-atasi-pemanasan.html' title='Kurangi Makan Daging Atasi Pemanasan Global?'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiyvRsmJkII/AAAAAAAAAFY/R7ShUcKoitA/s72-c/Steak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-6468931850137390031</id><published>2009-06-08T13:20:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T13:21:19.656+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Pemanasan Global Ancam Keamanan AS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/Siyts1jDLiI/AAAAAAAAAFQ/etUWufmOuqg/s1600-h/115635p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 151px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/Siyts1jDLiI/AAAAAAAAAFQ/etUWufmOuqg/s200/115635p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344837843581873698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WASHINGTON, KAMIS&lt;/span&gt; - Pemanasan global akan mengancam keamanan nasional AS dalam 20 tahun. Ancaman itu berbentuk meningkatnya imigrasi gelap, bencana kemanusiaan, ketidakstabilan politik dan terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian disampaikan seorang pejabat intelijen AS di hadapan komite gabungan senat, Rabu (25/6) atau Kamis (26/6) waktu Indonesia. "Kami menilai perubahan iklim global akan memiliki dampak luas bagi kepentingan keamanan nasional AS selama 20 tahun ke depan," kata Thomas Fingar, Wakil Direktur Analisis Intelijen Nasional. Ia mengutip laporan yang menunjukkan perkiraan logis antara pemanasan global dan meningkatkan rekrutmen bagi aksi teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fingar mengatakan Sub-Sahara Afrika, Timur Tengah dan Asia Tengah serta Tenggara adalah daerah yang paling mudah terkena dampak bencana yang berkaitan dengan pemanasan global, termasuk kemarau, banjir, cuaca buruk dan kelaparan, yang dapat merusak stabilitas politik di beberapa negara dan menyulut konflik regional mengenai sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun perubahan iklim saja takkan menggulingkan pemerintah mana pun dalam dua dasawarsa ke depan, tapi dampaknya akan menambah besar masalah yang ada seperti kelaparan, ketegangan sosial, kemerosotan kondisi lingkungan hidup dan lemahnya berbagai lembaga politik, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan National Intelligence Assessment, Afrika adalah salah satu wilayah paling rentan, tempat kemarau yang meningkat dapat memangkas hasil pertanian yang bergantung pada hujan hingga separuh dalam 12 tahun mendatang. Di Asia, antara 120 juta hingga 1,2 miliar orang akan mengalami kekurangan pasokan air dan hasil pertanian tampaknya mengalami kemerosotan 10 persen hingga 2025.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres, tahun lalu, meminta diungkapkannya laporan "rahasia" intelijen, salah satu dari serangkaian laporan yang meliputi analisis atas semua 16 lembaga mata-mata AS mengenai kebijakan luar negeri, masalah keamanan dan ekonomi global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota parlemen dari partai Demokrat, Selasa (24/6) malam, mengkritik Gedung Putih karena telah berusaha menyembunyikan ancaman keamanan masa depan akibat pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-6468931850137390031?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/6468931850137390031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global-ancam-keamanan-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6468931850137390031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6468931850137390031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global-ancam-keamanan-as.html' title='Pemanasan Global Ancam Keamanan AS'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/Siyts1jDLiI/AAAAAAAAAFQ/etUWufmOuqg/s72-c/115635p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-7602160450348609439</id><published>2009-06-08T13:12:00.000+07:00</published><updated>2009-06-08T13:18:55.998+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Hidup Selaras Dengan Alam Kurangi Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiytHXeTn1I/AAAAAAAAAFI/9776MypIOsM/s1600-h/gogreen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 189px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiytHXeTn1I/AAAAAAAAAFI/9776MypIOsM/s200/gogreen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344837199853756242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PADANG,MINGGU &lt;/span&gt;- Gaya hidup selaras dengan alam (living green) perlu mendapat perhatian masyarakat dan pemerintah di dunia, sebagai upaya mengurangi pemanasan global yang menjadi biang perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemanasan global juga dampak dari kerusakan lingkungan di Bumi," kata kata Pakar Lingkungan dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta (UBH), Profesor Dr Ir H Nasfryzal Carlo M.Sc di Padang, Sabtu (12/7). Hal tersebut disampaikannya saat dikukuhkan sebagai guru besar tetap bidang ilmu bidang ilmu rekayasa lingkungan dan pengolahan limbah Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Carlo, agar temperatur bumi tidak terus meningkat dan kerusakan lingkungan tidak semakin parah, maka pemanasan global harus dikurangi. Ia mengatakan, meminimalkan pemanasan global dilakukan dengan mengurangi pelepasan gas rumah kaca dan mencegah terjadinya pencemaran udara lainnya ke atmosfer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cara yang paling positif untuk hal itu, adalah melakukan gaya hidup selaras dengan alam (living green) sebagai keharusan dalam kehidupan sehari-hari bagi oleh pemerintah maupun masyarakat di dunia, " tambahnya. Ia menjelaskan, langkah-langkah gaya hidup selaras dengan alam itu seperti, menghemat pemakaian arus listrik dan bahan bakar minyak (BBM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya ini diwujudkan dengan mematikan lampu listrik yang tidak penting, mematikan komputer ketika tidak bekerja, mematikan alat pendingin ketika tidak berada di dalam ruangan, dan mematikan televisi saat tidak menonton. Kemudian, menghindari penggunaan lift atau eskalator pada bangunan berlantai dua, memaksimalkan penggunaan transportasi umum dan kendaraan yang berbahan bakar gas atau biodiesel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, memakai kendaraan bebas polusi seperti sepeda dan becak, menghindari pembakaran sampah, menerapkan konsep 3R (reduce, reuse and recycle atau mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang) dalam sistim pengelolaan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih gaya hidup ramah lingkungan lainnya adalah mendesain bangunan dengan sirkulasi udara dan pencahayaan alami, mengontrol emisi operasional perusahaan, membeli produk lokal untuk mengurangi transportasi barang-barang impor dan jika terpaksa beli produk impor yang mempunyai recycle logo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup selaras dengan alam, kata Carlo, juga diimplementasikan dengan mengganti tas belanja dari bahan plastik ke bahan kain atau bahan organik lainnya, menggunakan kertas pada kedua sisi dan mendaur ulang kembali, menebang pohon yang harus diikuti penanaman kembali dan membuka lahan dengan cara tidak membakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berikutnya, menghentikan penebangan hutan secara liar, membudayakan gemar menanam pohon, menggunakan taman hidup sebagai pagar dan merubah gaya hidup untuk menyelamatkan Bumi," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, khusus bagi pemerintah dan pihak-pihak pengambil kebijakan diminta lebih aktif mematuhi dan melaksanakan ketentuan dan aturan menjaga lingkungan secara konsekuen. Indonesia sebagai salah satunegara yang masih mempunyai hutan penghasil oksigen diharapkan upaya pelestarian hutannya dengan kebijakan tebang pilih terhadap hutan yang masih diperlukan dalam pembangunan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-7602160450348609439?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/7602160450348609439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/hidup-selaras-dengan-alam-kurangi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7602160450348609439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/7602160450348609439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/hidup-selaras-dengan-alam-kurangi.html' title='Hidup Selaras Dengan Alam Kurangi Pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiytHXeTn1I/AAAAAAAAAFI/9776MypIOsM/s72-c/gogreen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-2517215028596611394</id><published>2009-06-06T16:15:00.001+07:00</published><updated>2009-06-06T16:15:59.345+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cara Mengatasi'/><title type='text'>Tips Mengatasi Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/Siozn0loKaI/AAAAAAAAAFA/1fwTho5IbhI/s1600-h/Image1%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/Siozn0loKaI/AAAAAAAAAFA/1fwTho5IbhI/s200/Image1%5B1%5D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344140667052894626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Masih ingat, tragedi pulau Ghomara? Sebuah pulau kecil di delta Sungai Gangga, India yang luasnya hanya beberapa kilometer persegi, dan setiap hari pulau ini semakin mengecil akibat permukaan air laut yang terus meninggi. Pemanasan Global (&lt;em&gt;global warming&lt;/em&gt;) sudah menjadi isyu internasional. Anda tidak harus menjadi seorang superhero, presiden atau orang penting lainnya untuk menyelamatkan dunia. Metode mengatasi pemanasan global yang terbaik adalah dimulai dari diri Anda sendiri, dari lingkungan sekitar Anda dan dimulai dari hal-hal yang paling kecil. Berikut ini adalah &lt;a href="http://tipsanda.com/" target="_blank"&gt;Tips&lt;/a&gt; berpartisipasi mengatasi Pemanasan global:&lt;span id="more-2475"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;1. Buka Jendela.&lt;/strong&gt; saat menikmati akhir minggu di rumah, buka lebar-lebar jendela dan matikan AC. Selain bisa menikmati udara segar, Anda mengurangi penggunaan listrik yang otomatis mengurangi buangan CO2 ke udara. Anda juga tetap dapat merasa sejuk di rumah tanpa menggunakan AC sebagaimana posting artikel saya &lt;a href="http://tipsanda.com/2009/05/13/tips-praktis-membuat-ruangan-sejuk-tanpa-ac/" target="_blank"&gt;Tips Praktis Membuat Ruangan Sejuk Tanpa AC&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;2. Gunakan Bus.&lt;/strong&gt; Dibandingkan mobil pribadi yang hanya muat maksimal 5 hingga 8 orang, bus (angkutan umum) mampu mengangkut penumpang hingga puluhan orang dengan jumlah buangan as CO2 hampir sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Transportasi Ramai-Ramai. &lt;/strong&gt;Jika terpaksa menggunakan mobil pribadi, ajak teman-teman ikut nebeng agar tidak menymbang CO2 lebih banyak lagi ke udara.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Bike To Work. &lt;/strong&gt;Apabila Anda memiliki lokasi kantor yang tidak terlalu jauh, ada baiknya Anda menggunakan sepeda sebagai alat transportasi Anda, selain bebas polusi, kebugaran Anda pun dapat terjaga.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Hindari Plastik.&lt;/strong&gt; Tiap tahun lebih dari 500 milyar kantong plastik diproduksi dan hany 3% di antaranya didaur ulang. Sedangkan sisanya menjadi sampah yang akan menghasilkan gas CO2 jika tertimbun di tanah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Tanam Pohon.&lt;/strong&gt; Satu pohon bisa menyerap satu ton CO2 sepanjang masa hidupnya. Jadi lindungi rumah Anda dengan pohon -menenduhkan plus membantu membersihkan udara.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Kurangi Kemasan. &lt;/strong&gt;Mau kertas atau plastik, yang namanya kemasan selalu menjadi sampah. Jadilah konsumen yang ramah lingkungan. Jangan ambil tissue berlebihan, bawa tas sendiri saat berbelanja ke pasar swalayan, dan jika memungkinkan, bawa tumbler sendiri saat menikmati kopi di &lt;em&gt;cofee shop&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-2517215028596611394?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/2517215028596611394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tips-mengatasi-pemanasan-global.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2517215028596611394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2517215028596611394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/tips-mengatasi-pemanasan-global.html' title='Tips Mengatasi Pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/Siozn0loKaI/AAAAAAAAAFA/1fwTho5IbhI/s72-c/Image1%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-2799945209273793822</id><published>2009-06-06T15:41:00.000+07:00</published><updated>2009-06-06T16:04:43.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dampak'/><title type='text'>Dampak Pemanasan Global Mengerikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiowtXRoduI/AAAAAAAAAE4/ll1lvk3KH-8/s1600-h/bumikepanasan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 187px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiowtXRoduI/AAAAAAAAAE4/ll1lvk3KH-8/s320/bumikepanasan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344137463728731874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Pemanasan global merupakan sesuatu yang tak terbantahkan lagi dan dapat menimbulkan dampak sangat mengerikan. Demikian salah satu pernyataan dalam laporan terakhir Panel PBB untuk Perubahan Iklim atau United Nations Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang diumumkan  di Valencia, Sabtu (19/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Jendral PBB Ban Ki Moon menantang pemerintah negara-negara di seluruh dunia untuk melakukan aksi nyata mengatasi ancaman tersebut. Ia mengajak para pengambil kebijakan untuk merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim di Bali yang akan digelar awal Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sangat mendesak, usaha global harus dilakukan," ujar Ban Ki-Moon, Sekretaris Jendral PBB. Ia berharap para pengambil kebijakan dari seluruh dunia dapat merespon temuan ini dalam konferensi perubahan iklim yang akan digelar di Bali mulai 3 Desember 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengerikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan tersebut menyebut manusia sebagai biang utama pemanasan global. Emisi gas rumah kaca mengalami kenaikan 70 persen antara 1970 hingga 2004. Konsentrasi gas karbondioksida di atmosfer jauh lebih tinggi dari kandungan alaminya dalam 650 ribu tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rata-rata temperatur global telah naik 1,3 derajat Fahrenheit (setara 0,72 derat Celcius) dalam 100 tahun terakhir. Muka air laut mengalami kenaikan rata-rata 0,175 centimeter setiap tahun sejak 1961.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 20 hingga 30 persen spesies tumbuh-tumbuhan dan hewan berisiko punah jika temperatur naik 2,7 derajat Fahrenheit (setara 1,5 derajat Celcius). Jika kenaikan temperatur mencapai 3 derajat Celcius, 40 hingga 70 persen spesies mungkin musnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski negara-negara miskin yang akan merasakan dampak sangat buruk, perubahan iklim juga melanda negara maju. Pada 2020, 75 juta hingga 250 juta penduduk Afrika akan kekurangan sumber air, penduduk kota-kota besar di Asia akan berisiko terlanda banjir dan rob. Di Eropa, kepuanahan spesies akan ekstensif. sementara di Amerika Utara, gelombang panas makin lama dan menyengat sehingga perebutan sumber air akan semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi cuaca ektrim akan menjadi peristiwa rutin. Badai tropis akan lebih sering terjadi dan semakin besar intensitasnya. Gelombang panas dan hujan lebat akan melanda area yang lebih luas. Risiko terjadinya kebakaran hutan dan penyebaran penyakit meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kekeringan akan menurunkan produktivitas lahan dan kualitas air. Kenaikan muka air laut akan memicu banjir lebih luas, mengasinkan air tawar, dan menggerus kawasan pesisir.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-2799945209273793822?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/2799945209273793822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global-merupakan-sesuatu-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2799945209273793822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2799945209273793822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global-merupakan-sesuatu-yang.html' title='Dampak Pemanasan Global Mengerikan'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SiowtXRoduI/AAAAAAAAAE4/ll1lvk3KH-8/s72-c/bumikepanasan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-2492737103778665041</id><published>2009-06-06T13:17:00.000+07:00</published><updated>2009-06-06T13:27:05.989+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyebab'/><title type='text'>Apa Penyebab Utama Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Ada banyak cara yang harus diketahui untuk mengurangi emisi karbon dioksida, yaitu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil; menggunakan energi terbarukan seperti energi surya atau angin; mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang barang-barang keperluan sehari-hari; mengendarai mobil berbahan bakar efisien atau yang menggunakan energi alternatif; menggunakan alat-alat elektronik yang hemat energi, dan lain-lain. Namun cara yang palin&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;g cepat untuk menghentikan pemanasan global adalah menjalani diet vegetarian!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Dalam konferensi pers pada tanggal 15 Januari yang diselenggarakan oleh Panel Antar Pemerin&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;tah untuk Perubahan Iklim (IPCC), ketua IPCC - Dr. Pachuari mengingatkan bahwa jika umat manusia tidak bertindak sekarang, maka perubahan iklim akan berdampak serius. Ia juga dengan jelas mengatakan cara untuk menghentikan perubahan iklim, yaitu dengan berhenti makan daging dan beralih ke gaya hidup yang lebih hijau.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, "Sektor peternakan adalah satu dari dua atau tiga penyumbang terbesar bagi krisis lingkungan yang paling serius dalam setiap skala, mulai dari lok&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;al hingga global." Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioK6dDi0XI/AAAAAAAAAEg/Cd2q-ASYuhA/s1600-h/ht32-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioK6dDi0XI/AAAAAAAAAEg/Cd2q-ASYuhA/s200/ht32-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344095907176698226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Industri ternak ternyata telah menjadi penyebab utama dari pengrusakan lingkungan dan emisi gas rumah kaca. Memelihara ternak untuk konsumsi telah menjadi salah satu pe&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;nghasil gas karbon dioksida terbesar serta menjadi satu-satunya sumber emisi gas metana dan nitro oksida terbesar. Sektor &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;peternakan telah menyumbang 9 persen racun karbon dioksida, 65 persen nitro oksida, dan 37 persen gas metana yang dihasilkan karena ulah manusia. Gas metana menghasilkan gas rumah kaca 20 kali lebih besar dan nitro oksida 296 kali lebih banyak jauh di atas karbon dioksida. Peternakan juga menimbulkan 64 persen amonia yang dihasilkan karena campur tangan manusia sehingga mengakibatkan hujan asam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioLJmwM6GI/AAAAAAAAAEo/_bBQOrlh7v0/s1600-h/ht32-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 129px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioLJmwM6GI/AAAAAAAAAEo/_bBQOrlh7v0/s200/ht32-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344096167477962850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Peternakan juga telah menjadi penyebab utama dar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;i kerusakan tanah dan polusi air. Saat ini peternakan menggunakan 30 persen dari permukaan tanah di Bumi, dan bahkan lebih banyak lahan ser&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;ta air&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt; yang digunakan untuk menanam makanan ternak. Menurut laporan Bapak Steinfeld, pengarang senior dari Orga&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;nisasi Pangan dan Pertanian, Dampak Buruk yang Lama dari Peternakan - Isu dan Pilihan Lingkungan (Livestock’s Long Shadow–Environmental Issues and Options), peternakan adalah "penggerak utama dari penebangan hutan …. kira-kira 70 persen dari bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Selain itu, la&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;dang pakan ternak telah menurunkan mutu tanah. Kira-kira 20 persen dari padang rumput turun mutunya karena pemelihar&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;aan ternak yang berlebihan, pemadatan, dan erosi. Peternakan juga bertanggung jawab atas konsumsi dan polusi air yang sangat banyak. Di Amerika Serikat sendiri, trilyunan galon air irigasi digunakan untuk menanam pakan ternak setiap tahunnya. Sekitar 85 persen dari sumber air bersih di Amerika Serikat digunakan untuk itu. Ternak juga menimbulkan limbah biologi berlebihan bagi ekosistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsumsi air untuk menghasilkan satu kilo makanan dalam pertanian pakan ternak di Amerika Serikat&lt;br /&gt;1 kg daging&lt;br /&gt;Air (liter)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Daging sapi&lt;br /&gt;1.000.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayam&lt;br /&gt;3.500&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Kedelai&lt;br /&gt;2.000&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Beras&lt;br /&gt;1.912&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Gandum&lt;br /&gt;900&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Kentang&lt;br /&gt;500&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem, tidak sulit untuk menghitung bahwa industri ternak sama sekali tidak hemat energi. Industri ternak memerlukan energi yang berlimpah untuk mengubah ternak menjadi daging di atas meja makan orang. Untuk memprodu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;ksi satu kilogram daging, telah menghasilkan emisi karbon dioksida sebanyak 36,4 kilo. Sedangkan untuk memproduksi satu kalori protein, kita hanya memerlukan dua kalori bahan bakar fosil untuk menghasilkan kacang kedelai, tiga kalori untuk jagung dan gandum; akan tetapi memerlukan 54 kalori energi minyak tanah untuk protein daging sapi!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Itu berarti kita telah memboroskan bahan bakar fosil 27 kali lebih banyak hanya untuk membuat sebuah hamburger daripada konsumsi yang diperlukan untuk membuat hamburger dari kacang kedelai!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Dengan menggabungkan biaya energi, konsumsi air, penggunaan lahan, polusi lingkungan, kerusakan ekosistem, tidaklah mengherankan jika satu orang berdiet daging dapat memberi makan 15 orang berdiet tumbuh-tumbuhan atau lebih.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Tahun lalu, penyelidik dari Departemen Sains Geofisika (Department of Geophysical Sciences) Universitas Chicago, Gidon Eshel dan Pamela Martin, juga menyingkap hubungan antara produksi makanan dan masalah lingkungan. Mereka mengukur jumlah gas rumah kaca yang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt; disebabkan oleh daging merah, ikan, unggas, susu, dan telur, serta membandingkan jumlah tersebut dengan seorang yang berdiet vegan. Mereka menemukan bahwa jika diet standar Amerika beralih ke diet tumbuh-tumbuhan, maka akan dapat  mencegah satu setengah ton emisi gas rumah kaca ektra per orang per tahun. Kontrasnya, beralih dari sebuah sedan standar seperti Toyota Camry ke sebuah Toyota Prius hibrida menghemat kurang lebih satu ton emisi CO2.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Beban gas rumah kaca yang disebabkan oleh berbagai diet hewan dibanding dengan diet vegan  dengan pemasukan kalori yang sama. Sebagai perbandingan, perbedaan emisi gas rumah kaca antara berbagai model mobil juga diperlihatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Misalnya, diet daging campur, yang mengkombinasikan daging merah dengan unggas dan ikan, sebanding dengan perbedaan emisi antara sebuah Suburban dan sebuah Camry saat masukan kalori dari sumber hewan mencapai 47 persen.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioLtRXpN0I/AAAAAAAAAEw/o1tXzDQnO98/s1600-h/ht2-3a-194e.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 410px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioLtRXpN0I/AAAAAAAAAEw/o1tXzDQnO98/s320/ht2-3a-194e.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344096780213106498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Pilihannya ada di dapur Anda: Sekalipun seseorang memilih untuk menutup matanya terhadap kekejaman dalam pertanian pakan ternak, akan tetapi keadaan darurat untuk menghentikan perubahan iklim dan bagaimana cara melakukannya sangatlah jelas. Sekarang bukan hanya para vegetarian atau pencinta lingkungan yang mengatakannya; tetapi ketua dari sebuah badan internasional, Dr. Pachauri, telah mengumumkan kepada dunia bahwa pengaruh makan daging telah merusak planet kita, dan bahwa kita harus menghentikan makan daging agar dapat membalikkan keadaan. Namun itu semua tergantung pada pilihan orang. Kita semua bertanggung jawab untuk membuat Bumi ini menjadi lebih sejuk, lebih bersih, dan lebih sehat. Jadi mulailah dari dapur Anda: pilihlah diet vegetarian dan bantulah mengerem perubahan iklim.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-2492737103778665041?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/2492737103778665041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/apa-penyebab-utama-pemanasan-global.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2492737103778665041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2492737103778665041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/apa-penyebab-utama-pemanasan-global.html' title='Apa Penyebab Utama Pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioK6dDi0XI/AAAAAAAAAEg/Cd2q-ASYuhA/s72-c/ht32-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-759558848358005120</id><published>2009-06-06T13:03:00.002+07:00</published><updated>2009-06-06T13:04:50.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Mungkinkah Tanaman Gratis Bisa Menyadarkan Masyarakat?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioGgrh3n0I/AAAAAAAAAEY/tsvKDKnQ_cE/s1600-h/1251418p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioGgrh3n0I/AAAAAAAAAEY/tsvKDKnQ_cE/s200/1251418p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344091066338877250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semarang&lt;/span&gt;-Belasan mahasiswa Undip Semarang membagikan bibit tanaman gratis dan stiker untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup di Bundaran Air Mancur di Jalan Pahlawan, Jumat (5/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Koordinator aksi, Didik Hartono, aksi tersebut bertujuan untuk kampanye lingkungan agar masyarakat berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami juga mengingatkan kepada masyarakat luas bahwa hari ini Hari Lingkungan Hidup. Pasalnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa hari ini merupakan Hari Lingkungan Hidup," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, aksinya tersebut juga bertujuan mengajak masyarakat agar bersedia menanam tanaman dan merawat tanaman sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, bibit tanaman yang dibagikan kepada masyarakat, terutama pengguna jalan yang kebetulan melintasi Jalan Pahlawan, adalah tanaman mahoni dan sengon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membagikan bibit tanaman secara gratis, mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Wapeala) Undip Semarang juga membagikan stiker yang bertuliskan pohon untuk masa depan yang lebih baik dengan gambar tanaman dan pegunungan yang hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak pemanasan global yang menjadi isu hangat di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika tidak kita mulai sekarang, kapan lagi. Terlebih, dampak pemanasan global sudah dirasakan dibuktikan meningkatnya suhu panas matahari karena lapisan ozon semakin menipis," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-759558848358005120?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/759558848358005120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/mungkinkah-tanaman-gratis-bisa_4820.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/759558848358005120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/759558848358005120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/mungkinkah-tanaman-gratis-bisa_4820.html' title='Mungkinkah Tanaman Gratis Bisa Menyadarkan Masyarakat?'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioGgrh3n0I/AAAAAAAAAEY/tsvKDKnQ_cE/s72-c/1251418p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-6024145085091944395</id><published>2009-06-06T12:57:00.001+07:00</published><updated>2009-06-06T12:59:12.248+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Kampanye Udara Bersih Butuh Tindakan Nyata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioFAfue1BI/AAAAAAAAAEQ/bbdzKGQN9KQ/s1600-h/Sepeda_b2w.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 179px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioFAfue1BI/AAAAAAAAAEQ/bbdzKGQN9KQ/s200/Sepeda_b2w.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344089413903111186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semarang&lt;/span&gt;-Kampanye udara bersih dan sehat di lingkungan perkotaan tidak bisa hanya sekadar wacana, tetapi membutuhkan tindakan nyata di lapangan. Hal ini berkaitan dengan semakin tingginya kadar polutan akibat penggunaan kendaraan bermotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang, di Kota Semarang, Jumat (5/6), mengatakan, tindakan nyata untuk mewujudkan udara bersih adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan menambah ruang hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salah satunya adalah dengan kegiatan car free day, yang diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk terlibat dalam upaya mengurangi pemanasan global," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip menambahkan, kegiatan car free day atau hari bebas kendaraan bermotor ini merupakan bentuk menciptakan Kota Semarang tanpa polusi. "Kegiatan ini akan dijadikan rutin setiap minggu jika mendapatkan respons positif dari masyarakat," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak lanjut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, peneliti transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno mengatakan, pengurangan penggunaan kendaraan bermotor dengan car free day perlu ditindaklanjuti oleh kebijakan Pemerintah Kota Semarang lainnya, antara lain dengan menyediakan jalur khusus sepeda, pengoperasian moda transportasi massal, dan mengurangi pengadaan kendaraan dinas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para pejabat perlu memberikan contoh kepada masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaran bermotor. Hal ini membutuhkan komitmen dari pemerintah," ucap Djoko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono menambahkan, tindak lanjut dari car free day diperlukan agar terjadi pembiasaan pada masyarakat untuk beralih dari penggunaan kendaraan pribadi. Proses ini perlu dilakukan bertahap tidak bisa instan, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan nyata untuk mengampanyekan udara bersih ini telah dilakukan sebagian masyarakat, seperti komunitas bike to work yang memilih bersepeda untuk ke kantor dan perhimpunan mahasiswa pecinta alam Wapeala Undip yang memilih membagikan pohon mahoni dan sengon laut pada Hari Lingkungan Hidup, Jumat (5/6), demi upaya menambah ruang hijau. "Selain untuk mengurangi polusi, bersepeda ke kantor membuat badan sehat," ujar Darmawan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-6024145085091944395?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/6024145085091944395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/semarang-kampanye-udara-bersih-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6024145085091944395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6024145085091944395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/semarang-kampanye-udara-bersih-dan.html' title='Kampanye Udara Bersih Butuh Tindakan Nyata'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FyN1gXTJzT0/SioFAfue1BI/AAAAAAAAAEQ/bbdzKGQN9KQ/s72-c/Sepeda_b2w.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-3144181771929643479</id><published>2009-06-05T20:54:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:58:59.462+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>Kata pengantar</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Segala puji syukur kami panjatkan kedirat Tuhan Yang Maha Esa.Sebab atas rahmatNya kami dapat menyusun karya tulis ini.Kami juga bahagia karena dengan karya tulis ini kami dapat ikut berperan aktif dalam mewujudkan Tujuan Pendidikan Nasional&lt;br /&gt;Karya tulis ini kami susun dikarenakan semakin banyaknya kerusakan-kerusakan alm yang sebagian besar disebabkan oleh manusia.Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan,salah satunya adalah “Budaya menanam pohon untuk menciptakan oksigen dan untuk meminimalkan dampak pemanasan global”.Upaya seperti itu perlu dilakukan agar alam ini tetap lestari.&lt;br /&gt;Kami menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini masih kurang sempurna.Tapi semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;Akhir kata kami ucapkan banyak terima kasih.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Madiun, mei 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;font-size:100%;" &gt;Penyusun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-3144181771929643479?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/3144181771929643479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/kata-pengantar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/3144181771929643479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/3144181771929643479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/kata-pengantar.html' title='Kata pengantar'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-5189716517637213134</id><published>2009-06-05T20:52:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:53:45.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>1.1 Latar Belakang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kami membuat makalah ini berdasarkan fenomena dan realita yang ada disekitar kita.Sekarang sudah tidak banyak pohon lagi disekitar kita yang dapat menghasilkan oksigen,dan menyebabkan kegoncangan atau gangguan terhadap keseimbangan ekosistem disekitar kita.Contohnya,karena pohon sudah banyak berkurang, maka karbondioksida yang merupakan salah satu bahan atau unsur yang digunakan tumbuhan untuk membuat makanan ini terlalu banyak dan tidak terserap oleh tumbuhan, maka produksi oksigen pun menurun dan produksi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan makhluk hidup akan bertambah,maka suhu di bumi ini akan naik dan dapat merusak ekosistem, lebih parahnya lagi lagi dapat meyebabkan terjadinya pemanasan global (Global warming) dan meyebabkan datangnya bencana.Oleh karena itu kami membuat makalah ini agar siswa-siswi dan orang-orang dapat menyadari dan mengetahui betapa pentingnya peran pohon dalam kelangsungan hidup bagi seluruh makhluk hidup dimuka bumi ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-5189716517637213134?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/5189716517637213134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/11-latar-belakang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5189716517637213134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5189716517637213134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/11-latar-belakang.html' title='1.1 Latar Belakang'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-5963568415087993370</id><published>2009-06-05T20:51:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:52:21.421+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>1.2 Rumusan masalah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dari makalah ini adalah”apakah budaya menanam pohon dapat menciptakan oksigen dan meminimalkan dampak pemanasan global?”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-5963568415087993370?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/5963568415087993370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/12-rumusan-masalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5963568415087993370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/5963568415087993370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/12-rumusan-masalah.html' title='1.2 Rumusan masalah'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-4272308208173700830</id><published>2009-06-05T20:49:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:51:22.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>1.3 Tujuan penulisan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Makalah ini bertujan untuk:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul  style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menciptakan lingkungan hidup yang lestari.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Membudayakan menanam pohon tumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meminimalkan dampak pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-4272308208173700830?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/4272308208173700830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/13-tujuan-penulisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/4272308208173700830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/4272308208173700830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/13-tujuan-penulisan.html' title='1.3 Tujuan penulisan'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-2346971331432859522</id><published>2009-06-05T20:48:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:49:44.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>1.4 Manfaat makalah ini</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Manfaat dari makalah ini adalah, agar siswa-siswi dapat berperan dan berpartisipasi dalam meminimalkan dampak pemanasan global dengan cara menanam pohon-pohon yang menciptakan oksigen bagi makhluk hidup. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-2346971331432859522?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/2346971331432859522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/14-manfaat-makalah-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2346971331432859522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/2346971331432859522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/14-manfaat-makalah-ini.html' title='1.4 Manfaat makalah ini'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1144770369544785435</id><published>2009-06-05T20:46:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:49:29.086+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>2.1 Tumbuhan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;1) Penghasil oksigen:Pada siang hari, pohon mengeluarkan O2 (oksigen) dan menyerap CO2 (karbondioksida). Setiap kali kita bernafas, kita menghembuskan CO2 dan menyerap O2.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;2) Pencegah banjir dan longsor:Karena penggundulan hutan dan penebangan pohon, tanahpun menjadi gundul dan tandus. Air hujan tidak banyak yang diserap tanah karena air tidak tahan oleh daun dan akar pohon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;3) Melawan pencemaran udara.Pohon menyerap asap dan debu yang ada di udara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;4) Mengurangi pemanasan global:Jumlah pohon yang ada di dunia mempengaruhi suhu udara. Apabila pohon berkurang, maka suhu di bumi akan panas akibat pengundulan hutan. Karena udara/cuaca panas akan mencairkan es di kutub utara, akibatnya permukaan laut naik dan banyak pulau yang tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;5) Mencegah kekeringan:Pohon menyelamatkan kita semua dari kekeringan pada musim panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Dampak Kerusakan Hutan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin berkurangnya tutupan hutan Indonesia, maka sebagian besar kawasan Indonesia telah menjadi kawasan yang rentan terhadap bencana, baik bencana kekeringan, banjir maupun tanah longsor. Sejak tahun 1998 hingga pertengahan 2003, tercatat telah terjadi 647 kejadian bencana di Indonesia dengan 2022 korban jiwa dan kerugian milyaran rupiah, dimana 85% dari bencana tersebut merupakan bencana banjir dan longsor yang diakibatkan kerusakan hutan [Bakornas Penanggulangan Bencana, 2003]. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Selain itu, Indonesia juga akan kehilangan beragam hewan dan tumbuhan yang selama ini menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Sementara itu, hutan Indonesia selama ini merupakan sumber kehidupan bagi sebagian rakyat Indonesia. Hutan merupakan tempat penyedia makanan, penyedia obat-obatan serta menjadi tempat hidup bagi sebagian besar rakyat Indonesia. Dengan hilangnya hutan di Indonesia, menyebabkan mereka kehilangan sumber makanan dan obat-obatan. Seiring dengan meningkatnya kerusakan hutan Indonesia, menunjukkan semakin tingginya tingkat kemiskinan rakyat Indonesia, dan sebagian masyarakat miskin di Indonesia hidup berdampingan dengan hutan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1144770369544785435?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1144770369544785435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/21-tumbuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1144770369544785435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1144770369544785435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/21-tumbuhan.html' title='2.1 Tumbuhan'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1730256218709151128</id><published>2009-06-05T20:41:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:46:19.506+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>2.2 Pemanasan Global (Global Warming)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pemanasan Global adalah suatu istilah yang menunjukan adanya kenaikan rata-rata temperatur Bumi, yang kemudian menyebabkan perubahan dalam iklim. Bumi yang lebih hangat dapat menyebabkan perubahan siklus hujan, kenaikkan permukaan air laut, dan beragam dampak pada tanaman, kehidupan liar, dan manusia. Ketika para ahli ilmu pengetahuan berbicara mengenai permasalahan perubahan iklim, yang menjadi pusat perhatian adalah pemanasan global yang disebabkan ulah manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Mungkin sulit untuk dibayangkan bagaimana manusia dapat menyebabkan perubahan pada iklim di Bumi. Namun, para ahli sepakat bahwa ulah manusialah yang memacu besarnya jumlah gas rumah kaca dilepaskan ke atmosfir dan menyebabkan Bumi menjadi lebih panas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dahulu, semua perubahan iklim berjalan secara alami. Tetapi dengan adanya Revolusi Industri, manusia mulai mengubah iklim dan lingkungan tempatnya hidup melalui tindakan-tindakan agrikultural dan industri. Revolusi Industri adalah saat dimana manusia mulai menggunakan mesin untuk mempermudah hidupnya. Revolusi ini dimulai sekitar 200 tahun lalu dan mengubah gaya hidup manusia. Sebelumnya, manusia hanya melepas sedikit gas ke atmosfir, namun saat ini dengan banyaknya pertumbuhan penduduk, pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan, manusia mempengaruhi perubahan komposisi gas di atmosfir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Semenjak Revolusi Industri, kebutuhan energi untuk menjalankan mesin terus meningkat. Beberapa jenis energi, seperti energi yang kamu butuhkan untuk membuat pekerjaan rumahmu, datang dari makanan yang kamu makan. Tetapi energi lainnya, seperti energi yang digunakan untuk menjalankan mobil dan sebagian besar emergi untuk penerangan dan pemanasan rumah, datang dari bahan bakar seperti batubara dan minyak bumi atau lebih dikenal sebagai bahan bakar fosil karena terjadi dari pembusukan fosil makhluk hidup. Pembakaran bahan bakar fosil ini akan melepaskan gas rumah kaca ke atmosfir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Global Warming&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Penyebab utama global warming adalah efek rumah kaca. Efek ini mengibaratkan bumi sebagai suatu rumah kaca. Cahaya matahari yang mengandung sinar inframerah diserap oleh permukaan bumi sebagai penghangat dan sisanya dipantulkan. Sisa inframerah ini akan diserap dan dipantulkan kembali oleh gas-gas yang berada di atmosfer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Penyerapan oleh gas ini mengakibatkan peningkatan tambahan terhadap suhu bumi. Sebagai contoh ketika terjadi hujan, awan yang terbuat dari uap air akan menahan pantulan sisa inframerah ini. Oleh karena itu, pada waktu hujan cuaca setelahnya justru akan menjadi hangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Setiap gas menyerap dengan intensitas yang berbeda, penyerapan terbesar terjadi pada gas yang sering kita sebut gas rumah kaca. Gas rumah kaca yang umumnya adalah golongan karbon seperti karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO) dan metana mengalami peningkatan akibat aktivitas sehari-hari manusia seperti penggunaan bahan bakar fosil pada aktivitas industri dan transportasi serta pembakaran lahan yang makin sering terjadi akhir-akhir ini.Akibat peningkatan tersebut, sinar inframerah yang diserap juga meningkat sehingga peningkatan suhu makin berjalan ekstrim jika tidak segera dihentikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Dampak Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Pemanasan global diduga keras akan berpengaruh dalam bentuk sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Es di kutub dan gunung-gunung tinggi mencair. Menurut perhitungan, hal ini menaikkan paras laut setinggi hingga 5 - 7 meter! Tentu saja kenaikan paras laut rata-rata ini harus diukur dari stasiun pasang surut yang stabil, tidak terjadi gempa atau penurunan muka tanah (land-subsidence).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Kalau air laut naik, maka dataran rendah akan tergenang. Daerah pantai atau dataran rendah yang produktif di bawah level tertentu akan hilang. Pulau-pulau kecil yang rendah juga akan dihapus dari peta. Dataran rendah ini hilang karena muka air laut naik, bukan hanya karena digerus abrasi atau diambil pasirnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Bila daratan yang hilang ini merupakan acuan dari ”pagar batas” suatu negeri, maka batas negeri itu bisa kembali menjadi persengketaan mengingat batas alamnya hilang. Untuk negara kepulauan seperti Indonesia dengan batas laut yang kritis dengan beberapa negara, hilangnya sebuah pulau terluar bisa berakibat ribuan kilometer persegi wilayah kedaulatan laut baik itu laut teritorial, Zona Ekonomi Eksklusif atau Landas Kontinen dapat tiba-tiba hilang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Perubahan sirkulasi plankton dan otomatis perubahan sebaran ikan yang pada akhirnya pada persediaan sumber pangan dari laut. Nasib jutaan nelayan atau petani tambak ada di ujung tanduk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Perubahan vegetasi.Daerah yang kini beriklim sedang akan menjadi lebih hangat sehingga dapat menanam tanaman tropis. Sementara itu daerah yang sekarang sudah hangat seperti di Indonesia, dapat berubah menjadi gurun!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Perubahan pola penyakit, akibat beberapa virus atau bakteria yang dulu hanya ada di daerah tropis (seperti malaria, DBD dan sejenisnya) akan melanda daerah beriklim sedang. Bila para pekerja kesehatan di sana tidak akrab dengan penyakit tropis seperti itu, maka akan timbul pandemi yang sangat ganas.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1730256218709151128?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1730256218709151128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/22-pemanasan-global-global-warming.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1730256218709151128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1730256218709151128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/22-pemanasan-global-global-warming.html' title='2.2 Pemanasan Global (Global Warming)'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-3084265938228237939</id><published>2009-06-05T20:39:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:41:48.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>2.3 Hubungan Tumbuhan dengan pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Hal ini sangat berhubungan erat.Karena hutan sebagai penyedia oksigen dan sebagai paru-paru dunia yang dapat membentuk lapisan atmosfer. Jika terjadi kerusakan hutan,maka akan berdampak pada climate variability yang nantinya bisa berdampak pada climate change. Sebenarnya tidak hanya kerusakan hutan yang akan mempengaruhi climate change. Lahan pertanian misalnya padi disawah bisa mempengaruhi global warming yang bisa mempengaruhi climate change itu sendiri. Kerusakan hutan menjadi sangat riskan pada perubahan iklim karena sampai saat ini, hanya tumbuh-tumbuhan yang mampu memproduksi oksigen yang bisa membentuk lapisan atmosfer kita.jika kerusakan hutan terus dibiarkan,lubang atmosfer semakin besar.panas matahari yang sampai ke bumi semakin banyak,suhu di bumi meningkat.lapisan es di kutub mencair, permukaan air laut meningkat.musim menjadi tidak menentu dan tidak jelas batas bulannya, perubahan iklim tidak akan bisa dihindarkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menciptakan oksigen dan meminimalkan pemanasan global dengan cara berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak menebang pohon secara sembarangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;2. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;3. Menggunakan sistem tebang pilih tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;4. Melakukan penanaman kembali hutan yang gundul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;5. Tidak membuang limbah pabrik ke aliran sungai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;6. Memasang filter pada cerobong asap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;7. Tidak menggunakan penyemprot ruangan secara berlebihan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-3084265938228237939?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/3084265938228237939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/23-hubungan-tumbuhan-dengan-pemanasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/3084265938228237939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/3084265938228237939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/23-hubungan-tumbuhan-dengan-pemanasan.html' title='2.3 Hubungan Tumbuhan dengan pemanasan Global'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-6283350646910912077</id><published>2009-06-05T20:37:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:39:46.634+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>3.1 Kesimpulan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dari pembahasan di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa semakin berkurangnya oksigen dan meningkatnyasuhu permukaan bumi yang sebagian besar disebabkan oleh manusia.Sebenarnya permasalahan tersebut dapat dicegah dengan upaya-upaya perbaikan, salah satunya adalah dengan “Budaya menanam pohon untuk menciptakan oksigen dan meminimalkan dampak pemanasan global”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-6283350646910912077?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/6283350646910912077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/31-kesimpulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6283350646910912077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/6283350646910912077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/31-kesimpulan.html' title='3.1 Kesimpulan'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7192836179123931421.post-1302199907225774608</id><published>2009-06-05T20:33:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T20:37:54.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makalah PLH'/><title type='text'>3.2 Saran</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Sebaiknya mulai sekarang kita membudayakan untuk menanam pohon dan meminimalkan dampak pemanasan global(global warming)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7192836179123931421-1302199907225774608?l=nandur-uwit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/feeds/1302199907225774608/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/32-saran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1302199907225774608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7192836179123931421/posts/default/1302199907225774608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nandur-uwit.blogspot.com/2009/06/32-saran.html' title='3.2 Saran'/><author><name>Hari</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00545813996453891613</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_YjYXYrCutwM/Sj62F-NBWnI/AAAAAAAAABM/p7Xm3GQbIgI/S220/Hari+Kazama+.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
